Dewan Kebudayaan Kuningan Tetapkan Dr. Bias Lintang Dialog sebagai Ketua Umum 2026–2030

Budaya, Sosial195 views

KUNINGAN ONLINE – Dewan Kebudayaan Kuningan (DKK) resmi menetapkan Dr. Bias Lintang Dialog, M.Kn. sebagai Ketua Umum masa bakti 2026–2030 melalui rapat pleno penentuan ketua dan pembentukan kepengurusan yang digelar di Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK)/Gedung Graha Wangi, Kamis malam (28/5/2026).

Musyawarah yang berlangsung dalam suasana Idul Adha tersebut berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Sidang yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB dinyatakan sah setelah memenuhi kuorum dengan kehadiran 13 anggota Dewan Kebudayaan Kuningan.

Iklan

Proses persidangan turut didampingi Dewan Pakar, yakni budayawan Yusuf Oblet serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan.

Sidang sesi pertama dipimpin Ageng Sutrisno bersama Sekretaris sidang Ence Bagus. Forum berlangsung dinamis dengan mekanisme musyawarah mufakat melalui pengusulan nama dari seluruh anggota yang hadir.

Iklan

Setelah melalui proses musyawarah, forum secara mufakat menetapkan Dr. Bias Lintang Dialog sebagai nahkoda baru Dewan Kebudayaan Kuningan untuk empat tahun ke depan.

Dalam sambutan perdananya, Dr. Bias Lintang Dialog menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif.

“Ini adalah amanah besar untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memajukan akar budaya lokal kita,” ujarnya.

Usai penetapan ketua umum, agenda dilanjutkan dengan pembentukan struktur kepengurusan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih. Struktur organisasi tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai unsur dan objek pemajuan kebudayaan secara lebih menyeluruh.

Hasil musyawarah menetapkan Irsan Fajar sebagai Wakil Ketua I, Dadan Aminudin Latif sebagai Wakil Ketua II, dan Endang Komara sebagai Wakil Ketua III. Sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Arip Hidayat, dengan Ageng Sutrisno mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris sekaligus Bendahara.

Untuk memperkuat efektivitas organisasi, Dewan Kebudayaan Kuningan juga membentuk 15 komisi yang akan bergerak di berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi, pengembangan SDM, nilai tradisional, kesenian, bahasa dan aksara, hingga pengetahuan tradisional dan teater tradisional.

Dewan Pakar Asep Budi Setiawan dalam penutupan sidang menyampaikan pentingnya sinergi, soliditas, serta orientasi kerja nyata dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui Kabid Kebudayaan, Dr. Funny Almaliasari Murtilam, menyampaikan harapannya terhadap kepengurusan baru Dewan Kebudayaan Kuningan.

“Semoga dengan kepengurusan baru ini dan terpilihnya Saudara Bias Lintang Dialog mampu memberikan kontribusi terbaik dalam melestarikan budaya daerah dan mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dewan Kebudayaan Kuningan dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada Selasa, 2 Juni 2026, dengan agenda penyusunan AD/ART serta perumusan program kerja awal dari masing-masing komisi sebagai landasan gerak organisasi ke depan.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Dewan Kebudayaan Kuningan diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi strategis bagi seluruh pelaku budaya dalam menjaga, mengembangkan, dan mengaktualisasikan kekayaan budaya lokal Kabupaten Kuningan. (OM)