CIREBON ONLINE – Kekosongan jabatan dewan pengawas (Dewas) maupun direksi di sejumlah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Cirebon mendapat perhatian serius dari DPRD.
Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anton Octavianto, menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat kinerja sekaligus menurunkan kontribusi Perumda terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Pengisian jabatan direktur, direksi, maupun dewan pengawas harus dilakukan dengan serius. Jangan hanya sekadar mengisi kekosongan, tetapi harus dipastikan orang yang duduk di sana benar-benar profesional dan sesuai dengan bidangnya,” ujar Anton, Rabu (24/9/2025).
Saat ini, beberapa perusahaan daerah tercatat masih belum memiliki pimpinan definitif. Perumda Pasar Berintan belum memiliki Dewas dan jajaran direksi, Perumda Farmasi kekosongan Dewas, serta PD Pembangunan kehilangan Dewas dan Direktur Utama.
Anton menekankan pentingnya proses seleksi terbuka dan transparan. Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menjamin akuntabilitas pengelolaan perusahaan daerah.
“Kalau pemilihan dilakukan secara transparan, hasilnya pasti lebih objektif. Perusahaan daerah ini mengelola kepentingan masyarakat, jadi tidak boleh main-main,” tegasnya.
Ia mengingatkan, meskipun ada Pelaksana Tugas (Plt), efektivitas tetap terbatas karena para Plt harus merangkap tanggung jawab lain. Tanpa dewan pengawas maupun direksi definitif, program kerja Perumda dikhawatirkan tidak berjalan maksimal.
“Kalau jabatan strategis dibiarkan kosong terlalu lama, otomatis roda organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Imbasnya bisa ke pelayanan publik dan target PAD,” tambah Anton.
Sebagai wakil rakyat, ia mendorong Pemkot Cirebon segera mengambil langkah konkret. “Harapan saya, Pemda bisa selektif dan profesional. Jika dikelola dengan baik, Perumda kita bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya. (OM)





