Program YUNI SARAH, Pemdes Kertayasa Bersama Masyarakat Memilah dan Mengolah Sampah

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Desa Kertayasa bersama Para Kader Posyandu sebagai mitra pembangunan desa menyusun perencanaan dan pelaksanaan serta meningkatkan pelayanan masyarakat Desa.

“Dalam penanganan dan pengelolaan sampah dibentuk program yang Bernama “YUNI SARAH” Yuk Nikmati Sampah Menjadi Rupiah,” kata kepala Desa kertayasa, Arief Amarudin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/2/2023).

Iklan

Ia menerangkan, masyarakat berperan dan berpartisipasi dalam memilah sampah rumah tangga dan Kader Posyandu Mengelola Sampah. Upaya perkembangan dan pengelolaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Saat ini posyandu tidak hanya berfungsi sebagai sarana dalam upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM), namun telah bertrasformasi menjadi salah satu Lembaga Kemasyarakatan Desa / Kelurahan (LKD/K),” terangnya.

Iklan

Posyandu berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat, sebagai mitra Pemerintah Desa, ikut serta dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat Desa.

Ketua PKK Desa Kertayasa, Eva Nur Lathifah mengatakan, bahwa kegiatan Posyandu saat ini selain melaksanakan kegiatan kesehatan antara lain pelayanan KIA, Gizi, PHBS dll juga melaksanakan kegiatan integrasi pelayanan sosial dasar.

“Pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan, percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, peningkatan ekonomi keluarga,” katanya.

Pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu adalah suatu upaya mensinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Pengolahan sampah yang dilakukan oleh Kader Posyandu merupakan Implementasi Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu dalam upaya pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

Sekaligus peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial dalam upaya pengingkatan dan pengembangan Pemberdayaan masyarakat.

Permasalahan sampah saat ini adalah :

  1. Pandangan masyarakat terhadap sampah yang keliru
  2. Perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan dan alam
  3. Sikap permisif masyarakat pada “Kejahatan Lingkungan”
  4. Minimnya fasilitas untuk simpan, apalagi olah sampah
  5. Industrialisasi diberbagai sektor kehidupan menjadi mesin penghasil sampah
  6. Rendahnya literasi masyarakat dalam penanggulangan sampah
  7. Hampir punahnya ekosistem penanggulangan sampah berbasis kearifan lokal

Adapun potensi penanganan sampah saat ini :

  1. Munculnya Kembali trend cinta kearifan lokal
  2. Literasi tentang sampah bernilai ekonomi tinggi
  3. Kesepakatan global tentang Kesehatan lingkungan
  4. Kebijakan pemerintah yang berpihak pada penanggulangan sampah berbasis komunitas

Dalam upaya penanganan sampah diperlukan langkah solutif dan inovatif dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (Poy)