Pengolahan Sampah Dalam Penanggulangan Banjir

Galeri2,981 views

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi dan sering mengakibatkan kehilangan nyawa serta kerugian harta benda. DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia) melaporkan di Indonesia sebanyak 2.925 kejadian bencana alam dengan bencana yang paling banyak adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang. Kejadian banjir telah terjadi hingga sebanyak 1.065 kejadian di pada tahun 2020.

Bencana banjir dapat disebabkan yaitu faktor perilaku manusia. Perilaku manusia yang dapat menghancurkan lingkungan dan DAS (Daerah Aliran Sungai), seperti sampah dibuang dengan sembarangan, selokan dan drainase pembuangan tidak terurus sesuai dengan standar.

Iklan

Faktor yang berperan adalah faktor perilaku manusia sebagai makhluk sosial. Manusia memiliki peranan penting seperti menggunakan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah resapan, penggundulan hutan), membuang sampah sembarangan kealiran sungai, membangun tempat tinggal di daerah banjir.

Manusia juga sering merusak dan tidak begitu perduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Sehingga sangat diperlukan kesadaran terhadap lingkungan dari individu agar memperhatikan lingkungan nya dengan baik.

Iklan

Kurangnya kesadaran lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir. Membuang sampah dengan sembarangan adalah bentuk masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Membuang sampah tidak pada tempatnya adalah tindakan sederhana namun memiliki pengaruh yang besar dan dapat menimbulkan bencana seperti banjir.

Masalah sampah masih merupakan masalah yang rumit dikarenakan pemahaman masyarakat yang masih kurang terhadap dampak yang diakibatkan sampah, kurangnya biaya pemerintah untuk mengusahakan pembuangan sampah yang baik dan memenuhi syarat. Faktor lain penyebab persoalan sampah semakin rumit yaitu taraf hidup masyarakat yang meningkat namun tidak diikuti dengan peningkatan pengetahuan tentang persampahan dan masih kurangnya peranan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Pengolahan sampah yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam penanggulangan banjir. Sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran air dapat memperparah genangan air saat hujan deras, sehingga meningkatkan risiko banjir.

Selain itu banyak sekali dampak negatif yang di timbulkan dari masalah sampah ini diantaranya yaitu:

  • Menyumbat saluran air sampah plastik, daun kering, dan material lain dapat menyumbat saluran air, parit, dan sungai, sehingga menghambat aliran air hujan. Hal inimenyebabkan air meluap dan menggenang di daratan, memicu banjir.
  • Mengurangi daya serap tanah sampah organik yang terurai di tanah dapat menyumbat pori-poritanah, sehingga mengurangi daya serap air. Akibatnya, air hujan tidak dapat meresap kedalam tanah dan mengalir di permukaan, memperparah genangan air.
  • Meningkatkan pencemaran sampah yang terbawa arus banjir dapat mencemari sumber air dan lingkungan, membahayakan kesehatan manusia dan ekosistem.

Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sampah yang baik dan benar serta kontribusi dari pemeritah dan masyarakat. Salah satu bentuk pengelolaan sampah yang masih belum maksimal di Indonesia adalah bertumpu pada kumpul-angkut-buang, yang sudah saatnya harus diganti dengan pengelolaan sampah terpadu.

Pengelolaan sampah terpadu yaitu gabungan dari beberapa system pengelolaan sampah yang dilakukan dengan cara pengomposan dan daur ulang (recycling), yang menggunakan sistem pembuangan akhir dengan metode satu lahan untuk landfilling. Pengelolaan sampah terpadu merupakan salah satu upaya dalam mereduksi sampah yang dimulai dari skala rumah tangga.

Adapun upaya pengolahan sampah untuk mencegah Banjir:

  • Pengurangan sampah, Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai gunakan tas belanja kain, botol minum isi ulang, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.
  • Memilah sampah, pisahkan sampah organik, anorganik, dan B3 untuk memudahkan proses daur ulang dan pengolahan.
  • Mengubah sampah menjadi kompos, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.
  • Pengelolaan sampah yang efektif memastikan sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah yang teratur dan tepat waktu. Membangun infrastruktur pengelolaan sampah seperti tempat pembuangan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang yang memadai.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat, dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan dampaknya terhadap pencegahan banjir. Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
  • Pembuatan lubang biopori, lubang biopori dapat membantu meningkatkan resapan air hujan kedalam tanah, sehingga mengurangi genangan air dan risiko banjir.
  • Penanaman pohon pohon dapat membantu menyerap air hujan dan meningkatkan daya serap tanah, sehingga membantu mencegah banjir.
  • Pengerukan sungai dan saluran air, dengan melakukan pengerukan sungai dan saluran air secara berkala untuk membersihkan sampah dan sedimen yang dapat menyumbat aliran air.

Pengolahan sampah yang tepat merupakan salah satu solusi penting untuk menanggulangi banjir. Dengan melakukan upaya pengolahan sampah, kita dapat membantu mengurangi risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.

Diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat berkontribusi dan menerapkan pengolahan sampah yang baik dan benar agar bencana banjir di Indonesia bisa teratasi dan tidak lagi menimbulkan dampak yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Nama : Nisa Nur Fadilah

Prodi : Ilmu Pengetahuan pengetahuan Sosial

Kampus : IAIN Syekh Nurjati Cirebon