“Mengurai Misteri Hipertensi : Pemahaman Mendalam dan Cara Mengatasinya”

Kesehatan1,240 views

KUNINGAN ONLINE – Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis yang umum terjadi namun sering diabaikan. Meski terlihat sepele, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung dan stroke. Hipertensi merupakan salah satu penyakit Kronis dan Degeneratif lainnya yang menjadi bagian dari masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko pintu masuk berbagai penyakit Degeneratif antara lain penyakit Jantung Koroner, Stroke dan penyakit Pembuluh Darah lainnya yang berakibat pada tingginya pembiayaan kesehatan dan risiko kematian. Untuk memahami bagaimana hipertensi terjadi dan  cara mengobatinya, penting untuk mempertimbangkan faktor penyebabnya dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Mari, simak informasi lengkap mengenai penyebab darah tingggi hingga cara mengatasinya melalui ulasan di bawah ini.

Iklan

Apa itu Hipertensi?

Sebenarnya, apa itu hipertensi? Hipertensi disebut sebagai the silent killer atau pembunuh tersembunyi karena sering tidak mengakibatkan keluhan dan gejala yang khas, sehingga penderita tidak menyadari kalau dirinya telah mengidap hipertensi. Hipertensi sering diketahui/ditemukan ketika sudah terjadi komplikasi, misalnya terjadi stroke, serangan jantung, dan lain-lain.

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan (≥)140 mmHg dan/atau diastolik lebih dari sama dengan (≥)90 mmHg. Hipertensi, lebih lanjut dikategorikan menjadi beberapa derajat berdasarkan tekanan darah sistolik dan diastoliknya.

Iklan

Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi dapat berbeda-beda berdasarkan jeninya yaitu Hipertensi Esensial dan hipertensi yang berkiatan dengan pola hidup. Beberapa penyebab hipertensi adalah sebagai berikut

1.   Hipertensi esensial

Hipertensi esesnsial yaitu yang tidak diketahui penyebabnya dan sering dihubungkan dengan adanya hipertensi dari orang tua atau keluarga dekat dan

2.   Hipertensi yang berkaitan dengan pola hidup

Hipertensi yang berkiatan dengan pola hidup kurang sehat seperti kurangnya mengonsumsi sayur buah, kurang aktifitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, kurang istirahat, stres, dan lain-lain. Sedangkan Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diakibatkan oleh penyakit lain, misalnya penyakit ginjal.

Gejala Hipertensi

Ada gejala yang bisa jadi dirasakan oleh penderita hipertensi. Namun perlu diingat, tidak semua penderita hipertensi akan merasakan gejala-gejala ini. Seringkali kasus hipertensi ditemuukan pada pasien yang tidak bergejala.

Beberapa Keluahan tidak spesifik pada penderita hipertensi sebagai berikut ;

  • Sakit kepala, pusing
  • Jantung berdebar-debar, rasasakit di dada
  • Gelisah
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah, dll

Cara mengatasi Hipertensi

Pola Makan (Diet) sehat penting untuk mengendalikan hipertensi dan keadaan lain terkait PTM yaitu diabetes, obesitas dan mencegah serangan jantung dan stroke. Komposisi diet sehat tergantung pada kebutuhan individual (misal usia, jenis kelamin, pola hidup, kadar aktivitas fisik), konteks budaya dan ketersediaan pangan lokal.

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai gerakan apapun yang diproduksi oleh otot-otot skeletal (rangka) tubuh yang menggunakan energi. Aktivitas fisik meliputi gerakan tubuh dan aktivitas harian seperti bermain, bekerja, jalan kaki, melakukan kegiatan rumah, dan aktivitas rekreasional. Aktivitas fisik juga meliputi latihan (exercise), yaitu aktivitas fisik yang lebih direncanakan, terstruktur, dan berulang, dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik.

Mengontrol hipertensi memerlukan perubahan gaya hidup dan  perawatan medis yang teratur. Namun, dengan pemahaman yang baik mengenai penyebab dan faktor risiko serta tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk mengendalikan hipertensi dan menjaga kesehatan jantung. Ingatlah bahwa kesehatan jantung adalah investasi penting untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Iklan

Penulis : Ade Sholehudin

Mahasiswa UNISA Kuningan Prodi Kesehatan Masyarakat