Ramai Soal Sambal, SPPG Kuningan Pastikan Menu Aman dan Terukur untuk Siswa SMA

Kesehatan, Sosial255 views

KUNINGAN ONLINE – Polemik terkait penambahan sambal dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara. Sambal dipastikan aman dan hanya disajikan untuk siswa SMA sederajat.

Menu MBG yang disajikan pada Senin (2/2/2026) terdiri dari nasi putih, lele goreng, tahu bacem, timun, dan sambal matang. Sambal tersebut merupakan pelengkap lalapan dengan cita rasa ringan, dominan tomat, serta tidak disajikan dalam tingkat kepedasan tinggi.

Iklan

Ahli Gizi MBG, Salsha, menegaskan bahwa penyediaan sambal telah melalui kajian gizi dan disesuaikan dengan kelompok usia penerima manfaat. Sambal tidak dicampur langsung ke dalam menu utama agar konsumsi tetap terkontrol.

“Sambal ini bukan untuk semua jenjang. Kami hanya menyajikannya untuk porsi dewasa, yaitu siswa SMA. Anak-anak SD dan usia dini tidak kami berikan sambal sama sekali,” kata Salsha.

Iklan

Menurutnya, perbedaan selera dan toleransi pedas menjadi alasan utama kebijakan tersebut. MBG, lanjut dia, secara konsisten menerapkan pembedaan menu antara anak-anak dan remaja, baik dari segi rasa, tekstur, maupun komposisi makanan.

Selain aspek keamanan, variasi menu juga menjadi perhatian utama. Salsha yang akrab disapa Caca menyebut, keberagaman menu MBG dirancang agar siswa tidak merasa bosan sekaligus memperoleh asupan gizi seimbang setiap harinya.

“Kami terus mengupayakan rotasi menu dengan pilihan protein terbaik, supaya kebutuhan gizi terpenuhi dan anak-anak juga mengenal beragam jenis makanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG wilayah Kuningan Kota, Aditia Pratama, mengakui bahwa informasi yang beredar di masyarakat sempat menimbulkan kekhawatiran. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

“Kami menjadikan ini sebagai bahan evaluasi. Ke depan, komunikasi dengan masyarakat akan lebih diperkuat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait pelaksanaan MBG,” kata Aditia.

Ia menegaskan, MBG tetap berpegang pada prinsip utama, yakni menyediakan makanan yang aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan usia penerima manfaat.