Ketua DPC Gerindra Kuningan, Alangkah Naif dan Bodohnya Melepas Aset Partai

Informasi, Politik3,300 views

KUNINGAN ONLINE – Setelah adanya surat resmi dari Legislator Gerindra, Deki Zaenal Muttaqin yang ditunjukkan kepada Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kuningan ditanggapi langsung oleh, Dede Ismail.

“Saya sangat memaklumi gejolak yang ada dalam diri saudara Deki. Itu merupakan hal yang wajar, bagi seorang Legislator yang baru pertama kali berada di parlemen,” ujar Deis sapaan akrabnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/8).

Iklan

Menurutnya, sebagai pimpinan partai Gerindra memiliki tanggungjawab terhadap seluruh aktivitas anggota dan membimbing agar tidak menyalahi regulasi dalam menjalankan tugas dan fungsi.

“Walaupun Deki mengundurkan diri tidak ada masalah, namun saya lakukan secara Arif dan bijak menanggapinya dengan pendekatan persuasif. Ini adalah tugas kita untuk memperjuangkan aspirasi konstituen,” tuturnya.

Iklan

Pihaknya bangga kepada Deki, karena secara berani tanpa ragu dan dengan kerendahan hatinya menyatakan mengundurkan diri dari lembaga legislatif.

“Tapi saya juga menyarankan kepada dirinya sebagai seorang leader harus terus berjiwa besar untu memperjuangkan suara masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Deis menerangkan dalam perjuangan harus mempunyai kesabaran dan harus berfikir dalam konstentasi pemilu ke depan agar bisa menjadi pemenang sehingga bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

“Saya mempunyai aset – aset yang luarbiasa, untuk anggota fraksi gerindra ini. Tanpa mereka saya bukanlah apa – apa, maka saya sampaikan teruslah berjuang dan berbuat semaksimal mungkin untuk masyarakat,” terangnya.

“Saya sebagai orang tua di Partai Gerindra. Alangkah naif dan bodohnya kalau saya melepas aset partai,” tambahnya.

Deis menjelaskan bahwa untuk menambahkan kursi itu membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Gerindra di Kuningan, lanjut dari 4 kursi kini naik menjadi 7 kursi.

“Apalagi ini harus kehilangan aset partai. Tentunya kami dari Fraksi Gerindra dengan tegas menolak pengunduran diri saudara Deki,” jelasnya.

Saat ditanya alasan pengunduran diri kadernya sebagai anggota dewan. Deis menerangkan, yakni salah satunya karena banyak aspirasi masyarakat yang diserap oleh Deki Zaenal Muttaqin tidak dapat terealisasi. Hal itu diakibatkan adanya refocusing anggaran dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Niat mengundurkan diri saudara Deki Zaenal Muttaqin tidak lain karena kekecewaan. Khususnya terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah terkait penanganan pandemi, yang pada intinya masyarakat merasa belum terserap aspirasinya dari apa yang sudah disampaikan kepada Deki Zaenal Muttaqin,” terangnya.

Menurutnya, jika munculnya rasa kekecewaan itu dianggap wajar apabila banyak aspirasi masyarakat yang diserap setiap anggota dewan tidak bisa terealisasi. Sebab aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat menjadi tanggungjawab moril setiap anggota dewan.

“Ini adalah tugas kita anggota fraksi dari Partai

memperjuangkan aspirasi. Namun apabila tidak bisa terealisasi karena sesuatu hal, ini karena adanya pengalihan anggaran atau refocusing pada dua tahun anggaran berjalan, kita sama-sama tahu bahwa pemerintah daerah sesuai intruksi Kemendagri dan Menteri Keuangan agar merefocusing anggaran tersebut,” pungkasnya. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *