Hima Tepa FTek Unisa Gelar Seminar Pengolahan Pangan Fungsional, Potensi Ubi Jalar Sangat Besar

Informasi, Pendidikan1,696 views

KUNINGAN ONLINE – Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Hima Tepa) Fakultas  Teknik Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, Minggu (26/5/2024) di aula Kantor Desa Nanggerang.

Kegiatan tersebut berkerjasama dengan Pemdes Nanggerang, juga turut hadir mengikuti dari kelompok tani, ibu-ibu PKK, Karangtaruna, dan masyarakat setempat. Dengan mengusung tema ‘Pengolahan Pasca Panen Ubi Jalar sebagai Pangan Fungsional’.

Iklan

Iklan

Ketua Pelaksana Mona Nurlaila menuturkan bahwa sebagai mana peran dan fungsi mahasiswa yakni merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Iklan

“Tentunya melalui kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian juga memberikan pengetahuan juga untuk masyarakat setempat, mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ungkap Mona.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Nanggerang Bapak Deni Ramadani, menyampaikan Nanggerang sebagai salah satu Desa sentra penghasil ubi jalar di Kecamatan Jalaksana.

“Hal ini sangat memerlukan adanya forum untuk bertukar informasi dan teknologi bersama perguruan tinggi seperti kegiatan seminar ini, agar masyarakat Desa Nanggerang dapat meningkatkan kesejahteraan, ketahanan pangan dan nilai tambah pada ubi jalar yang dihasilkan oleh masyarakat desa,” ungkapnya.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut ke pelatihan berikutnya, seperti workshop pembuatan yoghurt ubi jalar dan pembuatan pewarna alami dari ubi jalar ungu,” tambahnya.

Sementara, Narasumber Kartika, S.Pd.,M.Si. menerangkan bahwa Kuningan memiliki potensi ubi jalar yang lebih besar di antara komoditas lain yang juga di tanam di Kabupaten Kuningan seperti jagung, kedelai, ubi kayu dan kacang tanah; kecuali padi.

“Tercatat pada tahun 2023 produksi ubi jalar mencapai 108.496 ton. Namun besarnya potensi ubi jalar ini belum termanfaatkan dengan cukup baik,” paparnya.

Ia menjelaskan, pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam ubi jalar terkandung komponen-komponen seperti serat pangan, FOS, fenol dan antosianin yang cukup tinggi, sehingga ubi jalar bisa dikategorikan sebagai bahan pangan fungsional.

“Pengolahan ubi jalar menjadi pangan fungsional seperti tepung, pasta, es krim dan yoghurt sinbiotik diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk ubi jalar,” pungkasnya. (OM)