KUNINGAN ONLINE – Upaya menjaga ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan didampingi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, ke Gudang Bulog Bandorasa Wetan, Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda monitoring program ketahanan pangan, sekaligus memastikan kesiapan stok beras di daerah di tengah dinamika global dan ancaman cuaca ekstrem.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Cirebon, Imam Mahdi, melalui perwakilannya menjelaskan, penyerapan gabah petani terus berjalan dan akan menambah cadangan secara signifikan.
“Penyerapan gabah dari petani akan masuk sekitar 50.000 ton, sehingga total stok yang kami kuasai mencapai kurang lebih 290.000 ton,” ujarnya di hadapan rombongan.
Ia memaparkan, Bulog saat ini memiliki 10 kompleks pergudangan dengan kapasitas 128.600 ton. Untuk menutup kekurangan, Bulog juga menggandeng gudang filial sebanyak 36 kompleks dengan kapasitas tambahan 90.600 ton.
Sementara itu, khusus di Gudang Bandorasa Wetan yang dikunjungi, terdapat dua unit gudang dengan total kapasitas 7.000 ton. Namun, stok yang tersimpan saat ini mencapai 7.171 ton.
“Ini menunjukkan bahwa ketersediaan pangan benar-benar nyata dan terjaga,” katanya.
Ke depan, Bulog juga berencana menggandeng Koperasi Merah Putih sebagai mitra distribusi agar komoditas pangan lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, H Rokhmat Ardiyan menegaskan pentingnya peran Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga cadangan beras nasional.
“Bulog ini sangat strategis. Cadangan beras nasional kita sekitar 12,5 juta ton. Di tengah geopolitik global yang tidak menentu dan ancaman musim ekstrem, kita harus siap dengan stok yang memadai,” tegas Kapoksi Komisi XII DPR RI.
Ia juga mengapresiasi capaian pemerintah dalam mendorong swasembada beras. Menurutnya, kebijakan harga gabah yang meningkat hingga Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk hingga 20 persen berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
“Dulu kita impor, sekarang sudah bisa menuju ekspor. Ini lompatan besar dalam kemandirian pangan,” ujar Suami Hj Dian Marina Puspita (DMP).
Sementara, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengatakan perlunya percepatan distribusi beras lama yang masih tersimpan di gudang.
“Tadi ada sekitar 2.900 ton beras tahun 2025. Secara kualitas masih layak konsumsi, tapi sebaiknya segera disalurkan agar tetap terjaga mutunya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi program pemerintah pusat, terutama bantuan benih yang mendorong petani mampu panen hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.
Berdasarkan simulasi di lokasi, dengan konsumsi rata-rata 400 gram per orang per hari dan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, kebutuhan beras di Kuningan mencapai sekitar 480 ton per hari. Dengan stok 7.171 ton, cadangan di gudang tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih enam bulan.
Kunjungan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman bagi masyarakat. (OM)





