KUNINGAN ONLINE – Aliansi Putera Daerah Jawa Barat (APDA JABAR) Kuningan, bekerjasama dengan BEM Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) sukses menyelenggarakan seminar pendidikan anti korupsi bertema “Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Korupsi untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045” di Hotel Purnama Mulia, Senin (30/12/2024).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan siswa SLTA, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), dan Organisasi Kepemudaan (OKP) dari wilayah Kuningan. Seminar menghadirkan tiga narasumber yang membahas pencegahan korupsi dari tiga perspektif berbeda.
Turut hadir sebagai narasumber
Nuzul Rachdy, SE. (Ketua DPRD Kuningan) – Perspektif Legislatif.
Wawan Gusmawan, SE. (Humas Kejaksaan Negeri Kuningan) – Perspektif Yudikatif dan Deniawan, MSi. (Inspektorat) – Perspektif Eksekutif.
Semula, Wakil Bupati terpilih, Tuti Andriani, dijadwalkan hadir menggantikan Bupati terpilih, Dian Rachmat Yanuar, yang berhalangan. Namun, secara mendadak melalui ajudannya, Tuti Andriani menyampaikan bahwa ia tidak dapat hadir, yang sempat mengecewakan panitia dan peserta.
Meski demikian, acara berjalan lancar dan berhasil menghidupkan semangat anti korupsi di kalangan muda. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Dicki Ali menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung acara.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Kita harus sadar peran kita dalam pencegahan korupsi di lingkungan sekitar,” tegas Dicki.
Ketua BEM Universitas Bhakti Husada Indonesia, Abdul Wahab Suryata, juga menekankan pentingnya komitmen menjauhi korupsi bagi insan akademis.
“Korupsi menghancurkan moral dan ekonomi negara. Dampaknya sangat buruk bagi masa depan kita,” ujarnya.
Ketua APDA JABAR, Wildan Kamal Makarim, menutup sesi dengan mengingatkan pentingnya pendidikan anti korupsi sejak dini.
“Jika sejak muda kita sudah dididik untuk memahami bahaya korupsi, kelak saat menjadi pejabat kita tidak akan tergoda melakukan korupsi yang membuat rakyat menderita,” katanya.
Seminar ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pencegahan korupsi. Dengan semangat dan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju Generasi Emas 2045 yang bebas korupsi. (OM)





