Paguyuban Silihwangi Majakuning Konsisten Hijaukan Ciremai, 100 Ribu Bibit Ditanam dalam Dua Tahun

Sosial, Wisata259 views

MAJALENGKA ONLINE – Komitmen masyarakat desa penyangga Gunung Ciremai dalam menjaga kelestarian hutan kembali ditunjukkan melalui aksi penanaman pohon secara berkelanjutan. Paguyuban Silihwangi Majakuning bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) kembali menanam ratusan pohon endemik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Penanaman dilakukan pada Rabu (4/2/2026) di Blok Keempat Resort Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Sebanyak 980 bibit pohon endemik Ciremai ditanam dengan memanfaatkan tingginya curah hujan sejak akhir 2025, terutama di kawasan rawan longsor dan bekas kebakaran hutan.

Iklan

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah KTH, di antaranya KTH Ciremai Indah Desa Argalingga, KTH Panghegar Desa Argamukti, KTH Caladi Sakti Desa Gunung Wangi, serta KTH Bukit Cikaracak Desa Cikaracak. Seluruh kelompok berada di bawah naungan Paguyuban Silihwangi Majakuning yang aktif mendorong peran masyarakat dalam rehabilitasi kawasan konservasi.

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar, menegaskan bahwa penanaman pohon harus dibarengi dengan komitmen perawatan jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi hutan sangat ditentukan oleh konsistensi pemeliharaan tanaman.

Iklan

“Menanam itu relatif mudah, tetapi merawatnya membutuhkan komitmen. Karena itu kami sepakati pemeliharaan dilakukan setiap tiga bulan hingga tanaman berusia minimal tiga tahun,” kata Nandar.

Dalam kurun waktu 2024 hingga Februari 2026, Paguyuban Silihwangi Majakuning telah mendistribusikan total 100.000 bibit endemik Ciremai kepada masyarakat. Sekitar 90 persen ditanam oleh anggota paguyuban di 28 desa penyangga TNGC atau Masyarakat Desa Hutan (MDH), sementara sisanya disalurkan kepada berbagai organisasi dan pegiat lingkungan.

Bibit-bibit tersebut diproduksi secara mandiri melalui enam persemaian yang dikelola paguyuban, masing-masing tiga di wilayah Kuningan dan tiga di Majalengka. Selain penanaman, KTH juga memiliki tanggung jawab menjaga kawasan dari ancaman kebakaran hutan, perburuan liar, serta gangguan keamanan lainnya.

Jenis tanaman yang ditanam merupakan spesies endemik dan lokal Gunung Ciremai, seperti ki teja, huru, puspa, peutag, salam, kuray, kopo, dan tanaman asli Ciremai lainnya. Pohon-pohon tersebut dipilih untuk memperkuat struktur tanah dan memulihkan fungsi ekologis kawasan hutan.

Sebanyak 29 personel terlibat langsung dalam kegiatan ini, terdiri dari anggota KTH, Masyarakat Peduli Api, Pemerintah Desa Argalingga, serta petugas TNGC Resort Argalingga. Meski diguyur hujan ringan dan medan yang licin, seluruh penanaman ditargetkan rampung dalam satu hari.

Perwakilan Balai TNGC Resort Argalingga, Wahyu Sudarmadi, menilai setiap pohon yang ditanam merupakan investasi lingkungan jangka panjang. Hal senada disampaikan anggota paguyuban, Jumanta, yang menyebut penanaman di kawasan taman nasional sebagai upaya menanam kebaikan untuk generasi mendatang.

Sementara itu, Pemerintah Desa Argalingga menyambut positif kolaborasi tersebut. Kasi Pembangunan Desa Argalingga, Atang Supriatna, menegaskan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola kawasan menjadi kunci keberhasilan pelestarian Gunung Ciremai.

Ke depan, Paguyuban Silihwangi Majakuning memastikan kegiatan penanaman dan pemeliharaan hutan akan terus berlanjut di berbagai titik lain kawasan Gunung Ciremai sebagai wujud peran aktif masyarakat desa penyangga dalam menjaga kelestarian alam. (OM)