KUNINGAN ONLINE – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kebakaran di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melakukan pertemuan dengan Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Senin (17/11).
Pertemuan ini membahas pematangan rencana implementasi Program Jawara Api, sebuah inovasi peningkatan respons tanggap darurat yang digagas Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat.
Kalapas Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga keamanan di lingkungan lapas.
“Keselamatan warga binaan dan petugas merupakan tanggung jawab utama kami. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh prosedur penanggulangan kebakaran berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan Program Jawara Api menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan petugas.
“Jawara Api bukan hanya inovasi, tetapi kebutuhan. Dengan dukungan Damkar, kami berharap petugas semakin siap dan terlatih dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
“Bentuk dukungan yang disiapkan meliputi pelatihan personel, simulasi kebakaran, serta pengecekan dan evaluasi sarana proteksi kebakaran di lingkungan lapas,” ujarnya.
Sinergi antara Lapas Kuningan dan UPT Damkar ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat standar keselamatan dan keamanan pemasyarakatan.
Melalui implementasi Program Jawara Api, Lapas Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi serta memastikan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman dan responsif terhadap potensi kedaruratan. (OM)





