KUNINGAN ONLINE – Program Bunda PAUD Kabupaten Kuningan terus digencarkan ke berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Kali ini, sosialisasi berlangsung di Kober Permata Bunda, Desa Singkup, Kecamatan Japara, Rabu (3/6/2026), dengan menghadirkan Kasi Sarana dan Prasarana PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana, yang mewakili Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Ela Helayati.
Dalam kegiatan tersebut, Eris menyampaikan pentingnya penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai salah satu program prioritas Bunda PAUD Kabupaten Kuningan. Selain itu, ia juga mendorong suksesnya program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari satu tahun pendidikan pra-sekolah.
Menurut Eris, PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan layanan yang tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak.
“PAUD bukan sekadar tempat belajar. Di dalamnya terdapat layanan yang menyeluruh untuk mendukung tumbuh kembang anak, baik melalui TK, Kelompok Bermain, Satuan PAUD Sejenis maupun Tempat Penitipan Anak,” ujarnya di hadapan para guru dan orang tua peserta didik.
Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Karena itu, orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan pola konsumsi anak dengan membatasi makanan dan minuman tinggi gula, garam, serta makanan olahan berlebih atau ultra-processed food.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan pencegahan stunting, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan juga terus menggalakkan program Gema Telmisu (Gerakan Makan Telur dan Minum Susu).
“Telur dan susu merupakan sumber gizi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, gerakan ini terus kami dorong agar menjadi kebiasaan positif di lingkungan keluarga,” katanya.
Selain aspek gizi, Eris juga menekankan pentingnya pola pengasuhan yang tepat di lingkungan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan, tetapi juga peran aktif orang tua di rumah.
“Sebagian besar waktu anak berada bersama keluarga. Karena itu, orang tua perlu mendampingi anak saat menggunakan gawai, memberikan jawaban atas rasa ingin tahu mereka, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Masa usia dini adalah masa emas yang sangat menentukan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Eris juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan (bullying). Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai bentuk-bentuk perundungan, cara menghindarinya, tidak menjadi pelaku, serta berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan tersebut.
“Kita ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari kekerasan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kober Permata Bunda, Nita Puspitasari, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai program-program yang dibawa Bunda PAUD Kabupaten Kuningan sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan maupun para orang tua.
“Program Gema Telmisu sangat baik untuk membantu pencegahan stunting sekaligus meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Begitu juga dengan PAUD Holistik Integratif yang mendorong pelayanan anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Nita berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak lembaga PAUD di Kecamatan Japara maupun wilayah lain di Kabupaten Kuningan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bunda PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, termasuk bagi lembaga PAUD yang masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana,” tuturnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap implementasi PAUD Holistik Integratif semakin optimal di tingkat satuan pendidikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak sejak usia dini. (OM)





