Program Hortikultura Diskatan Kuningan Mulai Berbuah, 38 Ribu Bibit Kelapa Genjah Siap Disalurkan

KUNINGAN ONLINE – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Andi, menyampaikan capaian sejumlah program strategis hingga November 2025. Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan Program Taman Masagi serta penyaluran bantuan bibit hortikultura dan perkebunan kepada kelompok tani.

Menurut Andi, Program Taman Masagi yang menjadi bagian dari 100 Hari Kerja Bupati Kuningan telah menunjukkan hasil positif. Beberapa komoditas yang ditanam di halaman mitra sinergi maupun lokasi-lokasi sasaran sudah mulai panen.

Iklan

“Alhamdulillah, saat ini sudah mulai ada hasil panen. Contohnya dari Taman Masagi sudah ada panen cabai rawit, cabai keriting, dan sayuran hijau,” ujar Andi kepada Kuninganonline.com, Senin (17/11/2025).

Keberhasilan ini, kata Andi, sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi daerah, mengingat komoditas cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi.

Iklan

Selain hortikultura, Bidang Perkebunan juga akan menyalurkan sekitar 38.000 bibit kelapa genjah pada November hingga Desember 2025. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan sasaran kelompok tani yang telah mengajukan usulan.

“Ada kurang lebih 70 kelompok tani yang akan menerima bantuan bibit kelapa. Ini bagian dari program perluasan kelapa nasional, dan Kuningan menjadi salah satu daerah penerima manfaat,” jelas Andi.

Ia menambahkan bahwa nantinya diharapkan terjadi revitalisasi dan intensifikasi perkebunan kelapa di berbagai wilayah Kuningan.

Program Taman Masagi sendiri ditargetkan menyasar 450 lokasi, meliputi desa, kelurahan, OPD, serta instansi vertikal. Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan di rumah, kantor, dan lingkungan desa untuk budidaya sayuran hijau dan sayuran buah.

“Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga, hasil dari Taman Masagi diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi, terutama komoditas cabai rawit, cabai merah besar, dan cabai keriting,” tutup Andi. (OM)