KUNINGAN ONLINE – UPT Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan merilis laporan kegiatan dan penanganan kedaruratan selama periode Januari hingga Oktober 2025. Dalam kurun waktu sepuluh bulan tersebut, Damkar menangani ratusan kejadian yang melibatkan keselamatan warga dan lingkungan.
Menurut data resmi, terdapat 49 kasus kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp 2.799.252.000. Selain kebakaran, Damkar juga menangani berbagai kejadian non-kebakaran yang frekuensinya bahkan jauh lebih tinggi.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan bahwa Damkar semakin mengedepankan kecepatan respon dan profesionalitas dalam setiap laporan masyarakat.
“Angka kejadian tahun ini cukup tinggi, terutama pada penanganan sarang tawon yang mencapai ratusan kasus. Hal ini menunjukkan peran Damkar tidak hanya sekadar memadamkan kebakaran, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai potensi bahaya lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aspek pencegahan terus diperkuat.
“Kami serius membangun budaya sadar bahaya kebakaran sejak dini melalui edukasi kepada anak-anak serta sosialisasi ke masyarakat. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menekan risiko kebakaran,” tambahnya.
Andri juga mengapresiasi masyarakat yang semakin sigap melapor jika terjadi situasi berbahaya.
“Kami berterima kasih kepada warga Kuningan yang responsif. Laporan cepat mempermudah kami menindaklanjuti kejadian dan meminimalisir kerugian. Damkar selalu siaga 24 jam,” tegasnya.
Memasuki musim hujan, Damkar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, longsor, dan korsleting listrik. Pihaknya juga melakukan peningkatan kesiapan armada serta personel untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Rincian Penanganan Damkar Januari–Oktober 2025
Berikut rangkuman kegiatan utama Damkar: Penanganan kebakaran: 49 kejadian, Evakuasi & penanganan sarang tawon: 355 kejadian, Penanganan binatang liar/berbahaya: 146 kejadian, Penanganan pohon tumbang: 46 kejadian, Penanganan longsor, banjir & tumpahan oli: 35 kejadian, Pelepasan cincin terjepit: 61 kejadian, Evakuasi/penyelamatan korban: 73 kejadian, Edukasi pencegahan kebakaran pada anak usia dini: 70 kegiatan, Sosialisasi bahaya kebakaran: 19 kegiatan, dan Giat pengamanan (PAM) kebakaran: 62 kegiatan. (OM)





