FGD Penguatan Kearifan Lokal Jabar di Kuningan: “Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa”

Budaya, Politik, Sosial582 views

KUNINGAN ONLINE – Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Kearifan Lokal di Jawa Barat digelar di Aula Sanggariang, Kabupaten Kuningan, Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Barat ini mengusung tema “Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa” sebagai komitmen memperkuat identitas dan nilai budaya daerah di tengah tantangan globalisasi dan era digital.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya, dalam paparannya menegaskan bahwa kearifan lokal harus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter masyarakat.

Iklan

“Kita ingin budaya tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dari budaya itulah lahir jati diri dan kekuatan sosial masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Ika Siti Rahmatika, menambahkan bahwa penguatan kearifan lokal juga harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi.

Iklan

“Kearifan lokal jangan hanya menjadi slogan. Nilai kesantunan, gotong royong, dan saling menghargai harus kita bawa juga ke ruang digital. Jangan sampai teknologi justru menggerus budaya kita,” ujar Ika.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam bermedia sosial.

“Jarimu adalah harimaumu. Apa yang kita tulis bisa berdampak besar, bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga bagi orang lain. Saring sebelum sharing, jangan mudah terpancing hoaks maupun provokasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala B bersama para narasumber juga melakukan penyerahan simbolis bibit pohon sebagai wujud komitmen melestarikan lingkungan hidup. Aksi ini menjadi simbol bahwa penguatan kearifan lokal tidak hanya berbicara soal budaya dan nilai sosial, tetapi juga kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari warisan yang harus dijaga bersama.

Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga akar budaya sekaligus merawat lingkungan demi mewujudkan Jawa Barat yang istimewa, berkarakter, dan berkelanjutan. (OM)