Dipindahkan ke Dapil 1, Hanyen Tenggono Mundur dari Bacaleg Gerindra

Informasi, Politik2,529 views

KUNINGAN ONLINE – Mengejutkan, owner Sangkan Park Cilimus Kuningan, Hanyen Tenggono sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari partai Gerindra Kabupaten Kuningan menyatakan diri mundur dari Bacaleg Partai Gerindra 2024.

Menurut juru bicara Hanyen, Agit
Wiranta Kusumah, pengunduran diri tersebut sudah secara resmi dengan memberikan surat pengunduran diri secara tertulis disampaikan langsung ke kantor DPC Gerindra dan diterima oleh staf bernama Bambang.

Iklan

“Pada hari ini tanggal 27 mei 2023 dengan sadar dan tanpa paksaan dari siapapun kami tim Hanyen Tengono Center mengundurkan diri dari pencalegan Bacaleg Dapil 1 sekaligus mengundurkan diri dari partai Gerindra,” tuturnya, Sabtu (27/5/2023).

Pihaknya juga menyampaikan rasa permohonan maaf kepada kader dan kepengurusan partai Gerindra atas sikap politik yang sudah diputuskan, dan juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Gerindra karena telah diberikan ruang untuk maju sebagai calon DPRD Kabupaten Kuningan.

Iklan

Alasan Hanyen mundur dari pencalegan, Agit menerangkan, dikarenakan awalnya akan ditempatkan di Daerah Pilihan (Dapil) 2, ternyata setelah keluar daftar komposisi Bacaleg Hanyen ditempatkan di Dapil 1.

“Alasan pengunduran dirinya sebetulnya kita ke partai Gerindra pertama mendaftarkan di Dapil 2 ternyata pak hanyen tenggono tidak bisa terakomodir di Dapil 2 dan harus dipindahkan Dapil yaitu ke Dapil 1,” terangnya.

Adit mengatakan, proses pengunduran diri tersebut cukup memakan waktu cukup lama, karena keputusan tersebut tidak sepihak dari tim melainkan melibatkan musyawarah bersama masyarakat.

“Pengunduran diri ini ada proses yang sangat panjang sebelum pak Hanyen mengundurkan diri, kami mengundang masyarakat yang selama ini telah mendukung dan mendorong sehingga kemudian menjadikan jalan kita dengan penentuan Dapil, akhirnya ditanggapi dan direspon oleh masyarakat arus bawah. Tidak ada jalan lain kalau memang misalnya kita harus ke Dapil yang lain,” kata Agit dengan tegas.

Apalagi, lanjut Agit. Hanyen ini berdomisili di dapil 2 ditambah punya usaha disini dan juga punya karyawan didominasi oleh Dapil 2 dengan masyarakat juga sering bersentuhan di Dapil 2.

“Karena kita lebih ke secara persoalan dapil 2 segala kontak persoalan keluh kesah dan sebagainya, artinya ketika pak Hanyen harus dilempar ke Dapil 1 itu juga atas dasar pertimbangan bukan hanya tim tapi kita juga grassroots ke arus bawah,” ucapnya.

Namun sejauh ini pihaknya menjelaskan, hubungan antara Hanyen Tenggono bersama jajaran DPC Gerindra Kuningan baik-baik saja tidak ada permasalahan.

“Komunikasi dengan ketua DPC saat ini baik-baik saja cuman mungkin ada hal yang tidak bisa kemudian dipersepsi,” jelasnya.

Diakhir, seluruh tim mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya ibunda dari ketua DPC Gerindra H Dede Ismail yaitu Hj Nurtinah. (Poy)