Datangi Kantor KPU, Komisi I DPRD Tina Wiryawati Pertanyakan soal Kesiapan Hadapi Pemilu 2024

Politik, Sosial1,849 views

KUNINGAN ONLINE – Jajaran Komisi I DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, ada beberapa hal yang dibahas terutama terkait dengan kesiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada Kamis (1/2/2024).

Adapun lokasi yang dikunjungi di antaranya Kantor KPU Kuningan dan Bawaslu Kuningan. Saat kunjungi KPU Kuningan, rombongan Komisi I DPRD Jabar yang diketuai Bedi Budiman diterima langsung Ketua KPU Kuningan Asep Budi Hartono didampingi komisioner lain yakni Aof Ahmad Musyafa dan Yualianawati.

Iklan

Beberapa hal penting dibahas baik soal pendistribusian logistik hingga mitigasi keamanan logistik di tengah musim penghujan.

Salah seorang Anggota Komisi I DPRD Jabar, Hj Tina Wiryawati sempat melontarkan sejumlah pertanyaan kaitan kesiapan KPU menghadapi Pemilu 2024. Beberapa soal mitigasi pengamanan logistik di daerah rawan kebencanaan, termasuk kaitan blank spot di titik tertentu.

Iklan

Iklan

“Ada informasi untuk daerah tertentu itu masih sulit sinyal, apakah ini sudah dipersiapkan. Lalu listrik kalau padam seperti apa langkahnya, termasuk untuk daerah-daerah yang rawan terjadi bencana,” ucapnya.

Atas pertanyaan itu, Ketua KPU Kuningan Asep Budi Hartono memberikan tanggapan. Jika mitigasi telah dilakukan sebelum menentukan titik koordinat setiap TPS.

“Seperti yang tadi disampaikan Ibu Tina, sejauhmana kesiapan KPU Kuningan dalam mitigasi bencana alam. Karena memang secara kondisi alam, Kuningan ini Ada dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan perbukitan. Kami sudah persiapkan berbagai macam antisipasi dalam menentukan titik koordinat TPS, dan itu rata-rata berasal di gedung pemerintahan maupun sekolah,” bebernya.

Oleh sebab itu, pihaknya memanfaatkan titik-titik tersebut sebagai lokasi TPS, demi keberlangsungan proses hitung suara di Pemilu 2024.

Sementara Komisioner KPU Kuningan, Yualianawati memberi tanggapan kaitan pernyataan lain. Misal bagaimana persiapan KPU jika saat pencoblosan terjadi mati lampu.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk mitigasi berbagai kemungkinan-kemungkinan itu, seperti mati lampu. Kami mengusulkan kepada KPU RI melalui KPU Provinsi, agar dapat menyediakan mesin genset,” ujarnya.

Kaitan dengan daerah-daerah yang masih sulit sinyal atau blank spot, pihaknya telah melakukan pula koordinasi dengan Diskominfo Kuningan. Karena selama ini, pemda cukup responsif dari koordinasi yang telah dibangun. (OM)