KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengambil langkah cepat dalam menangani rumah milik Ibu Ida (70), warga Gg. Siaga VI, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, yang rumahnya ambru dan kondisinya memprihatinkan.
Ia menerangkan bahwa kondisi Warga tersebut untuk sementara telah mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Menurutnya, penanganan awal dilakukan dengan menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan percepatan.
“Pemerintah daerah berencana menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membantu perbaikan rumah yang kondisinya sudah tua dan mengalami kerusakan cukup parah. Penghitungan kebutuhan material ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar bantuan dapat segera disalurkan,” tuturnya, Jumat (29/1/2026).
Selain itu, Bupati Dian juga mengimbau seluruh masyarakat Kuningan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang. Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir bulan.
“Masyarakat kami minta tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama di bawah pepohonan, karena potensi banjir, longsor, dan angin puting beliung masih mengancam,” ujarnya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Kuningan telah mengerahkan jajaran pemerintah daerah, khususnya BPBD, UPT Pemadam Kebakaran, serta aparat kecamatan dan desa untuk tetap siaga. Berdasarkan laporan sementara, terdapat sekitar 17 titik yang dinilai rawan bencana dan membutuhkan penanganan.
Bupati mengakui keterbatasan sumber daya manusia dan personel di lapangan, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap. Untuk itu, para camat diminta segera turun ke desa-desa guna membantu percepatan penanganan dan pendampingan masyarakat terdampak.
Sementara untuk perpindahan kantor BPBD, Bupati Dian menyampaikan untuk ditunda terlebih dahulu, untuk lebih fokus dalam penanganan bencana yang terjadi di Kuningan.
“Tahap awal kami fokuskan personel untuk membantu masyarakat. Untuk relokasi, akan dilakukan setelah kondisi relatif aman, agar pemindahan dapat berjalan lebih efektif dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (OM)





