40 Guru SD Kuningan Digenjot Kuasai IFP, Disdikbud Percepat Adaptasi Pembelajaran Digital

Pendidikan275 views

KUNINGAN ONLINE – Upaya mempercepat transformasi pendidikan dasar terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Melalui Bidang Pembinaan SD, instansi tersebut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Gelombang 2 yang berlangsung di SD Negeri Unggulan Kuningan, Selasa (24/2/2026).

Sebanyak 40 guru sekolah dasar dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan mengikuti pelatihan ini. Mereka diproyeksikan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dalam mengoptimalkan perangkat pembelajaran digital.

Iklan

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kuningan, Surya, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan daerah dalam menyambut kebijakan digitalisasi pendidikan nasional.

“Kami ingin memastikan perangkat yang sudah diterima sekolah benar-benar digunakan secara maksimal. Karena itu, guru harus dibekali keterampilan teknis sekaligus pemahaman pedagogisnya,” ujarnya kepada Kuningaonline.com, Selasa (24/2/2026).

Iklan

Bimtek ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan sebagai mitra peningkatan mutu pendidikan. Materi pelatihan difokuskan pada pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), perangkat layar interaktif bantuan pemerintah pusat melalui program Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sesi praktik, para peserta mempelajari cara mengoperasikan IFP, mengintegrasikan bahan ajar digital, hingga menyusun skenario pembelajaran interaktif berbasis teknologi.

Menurut Surya, penggunaan IFP bukan hanya menggantikan papan tulis konvensional, tetapi membuka ruang pembelajaran yang lebih dinamis. Guru dapat menampilkan video edukatif, simulasi interaktif, hingga kuis digital yang membuat siswa lebih aktif dan terlibat.

“Digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjawab tantangan kualitas pendidikan, termasuk dampak learning loss dan kesenjangan akses teknologi antarwilayah,” ungkapnya.

Disdikbud Kuningan menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan program. Tanpa guru yang adaptif dan terampil, perangkat secanggih apa pun tidak akan berdampak signifikan pada peningkatan mutu belajar.

Karena itu, selain pelatihan teknis, peserta juga diajak memahami pentingnya perubahan paradigma mengajar — dari metode satu arah menjadi pembelajaran kolaboratif dan berbasis eksplorasi.

Program digitalisasi pendidikan pada 2026 diperkuat dengan penyediaan perangkat, dukungan konektivitas internet, serta pengembangan konten pembelajaran digital bermutu. Pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki layar interaktif dan akses internet yang memadai.

Melalui Bimtek ini, Disdikbud Kuningan berharap para guru dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. Dengan demikian, transformasi pembelajaran digital tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar hadir di setiap ruang kelas di Kabupaten Kuningan.

“Teknologi hanyalah alat. Kunci utamanya tetap pada guru. Ketika guru siap berubah, maka kualitas pendidikan pun akan ikut meningkat,” tutup Surya. (OM)