Zihan Siswi SMPN 1 Kuningan Raih Prestasi Nasional ISMOS 2025, Kepsek Adang Sebut Sejalan Visi “BAGUS” Sekolah

Pendidikan, Sosial426 views

KUNINGAN ONLINE – Di usia yang masih belia, Zihan Shaquilla Adzra terus menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya pelajar berprestasi, tetapi juga sosok yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah. Siswi kelas IX SMP Negeri 1 Kuningan ini terpilih menjadi Duta Anti-Bullying di kalangan pelajar sekaligus menorehkan prestasi nasional di bidang akademik.

Prestasi terbaru Zihan diraih pada ajang Indonesia Smart Mathematics & Science Olympiad (ISMOS) 2025) tingkat nasional yang digelar pada 3–5 Oktober 2025. Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia dalam bidang matematika dan sains berbahasa Inggris.

Iklan

Di tengah persaingan ketat, Zihan tampil percaya diri menunjukkan kemampuan bahasa serta penalaran ilmiah yang kuat. Ia berhasil memperoleh Piagam Penghargaan ISMOS 2025, sebuah capaian yang semakin mengokohkan posisinya sebagai siswi berprestasi di Kabupaten Kuningan.

Keberhasilan Zihan dalam ajang nasional ini melengkapi catatan prestasinya, termasuk medali emas yang pernah diraihnya dalam Olimpiade Sains Matematika di Universitas Indonesia.

Iklan

Iklan

Tak hanya unggul dalam bidang akademik, Zihan juga dipercaya memikul tanggung jawab sosial sebagai Duta Anti-Bullying pada tahun 2024. Penunjukan ini menjadi bukti bahwa Zihan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kualitas karakter yang kuat.

Kepala SMPN 1 Kuningan, Adang Kusdiana, mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi dan peran baru yang diemban Zihan.

“Saya merasa bangga dengan peserta didik yang saya pimpin. Termasuk Zihan yang terpilih sebagai duta anti-bullying. Ini sangat berkaitan dengan situasi sekarang—kita sering lihat banyak sekali kasus perundungan di kalangan pelajar,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Menurut Adang, keberadaan seorang duta anti-bullying sangat penting untuk menyebarkan pesan moral, meningkatkan empati, serta mendorong siswa lain turut melawan tindakan perundungan di sekolah.

Adang menekankan bahwa prestasi Zihan tidak lepas dari kerja sama erat antara keluarga dan sekolah. Pola asuh orang tua, dukungan lingkungan, serta pembinaan karakter dari sekolah menjadi faktor penting yang membentuk pribadi Zihan.

“Tidak cukup hanya didikan di sekolah. Orang tua, lingkungan rumah, dan sekolah harus bersinergi. Itulah kunci dalam mencetak peserta didik yang berprestasi,” imbuhnya.

Ia menilai Zihan sebagai contoh nyata keberhasilan pembinaan akademik dan karakter yang berjalan seimbang.

Prestasi dan peran Zihan, lanjut Adang, sejalan dengan visi SMPN 1 Kuningan, yaitu “BAGUS”, akronim dari:

B – Berbudaya: Mewujudkan lingkungan sekolah yang positif, ramah, dan aman bagi peserta didik.

A – Agamis: Menanamkan akhlak mulia. Sekolah pernah meraih juara 2 Olimpiade PAI se-Jawa Barat sebagai bukti komitmen ini.

G – Global: Membentuk peserta didik berwawasan internasional. SMPN 1 Kuningan telah menjalin kerja sama dengan Hiroshima University Jepang, memberikan pembelajaran sains internasional kepada siswa.

U – Unggul: Berorientasi pada prestasi, menjadikan sekolah sebagai salah satu sekolah negeri unggulan di Kuningan.

S – Sehat: Melaksanakan program Adiwiyata dan meraih penghargaan Sekolah Sehat dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Adang, Zihan adalah contoh siswa yang mampu mewakili semangat visi tersebut.

Sebagai Duta Anti-Bullying, Zihan diharapkan berperan aktif dalam kampanye edukasi, sosialisasi, dan pendampingan bagi siswa lain mengenai pentingnya mencegah tindakan perundungan.

“Harapan saya, Zihan menjadi inspirasi dan mendorong siswa lain untuk berani bersuara ketika melihat atau mengalami bullying,” ujar Adang.

Dengan prestasi akademik yang terus meningkat serta kepeduliannya terhadap isu sosial, Zihan disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda Kuningan yang berpotensi besar untuk berkontribusi lebih luas di masa mendatang. (OM)