KUNINGAN ONLINE – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan (UNIKU) terus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Salah satunya melalui Workshop Penyusunan Proposal Hibah Eksternal Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dosen dalam memperoleh pendanaan riset nasional, khususnya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang saat ini menjadi salah satu lembaga utama dalam pendanaan riset berbasis prioritas nasional.
Workshop menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto, yang memberikan penguatan teknis terkait penyusunan proposal riset kompetitif sesuai skema pendanaan nasional.
Dalam pemaparannya, para peserta diberikan pemahaman mengenai strategi penyusunan proposal yang sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan pendanaan BRIN, termasuk pentingnya kolaborasi lintas sektor dan orientasi hilirisasi hasil penelitian.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNIKU, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset agar penelitian tidak berhenti hanya pada publikasi akademik, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Selain itu, Rektor juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA) sebagai bagian dari upaya menjadikan hasil penelitian lebih aplikatif dan berdampak luas.
Kepala LPPM UNIKU, Dr. Ilham Adhya, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa workshop ini merupakan upaya konkret kampus dalam memperluas akses dosen terhadap berbagai sumber pendanaan eksternal.
“Workshop ini mendorong dosen agar tidak hanya mengandalkan hibah internal atau DPPM Kemendiktisaintek, tetapi juga mampu bersaing dalam skema pendanaan lain seperti BRIN yang berbasis kolaborasi dan prioritas nasional,” ujarnya.
Menurutnya, peluang pendanaan riset dari BRIN sangat terbuka, namun membutuhkan kesiapan akademik dan strategi penyusunan proposal yang matang agar dapat bersaing secara nasional.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi koordinasi dan integrasi riset nasional, BRIN mendorong pelaksanaan riset yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan hasil penelitian.
Skema pendanaan yang disediakan pun umumnya mengutamakan keterkaitan dengan agenda prioritas nasional, kebutuhan pembangunan, serta peluang hilirisasi inovasi.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penghasil pengetahuan, inovasi, serta sumber daya peneliti yang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang berkelanjutan.
Melalui workshop ini, UNIKU kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas riset dosen dan meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan berbasis inovasi dan ilmu pengetahuan. (OM)





