Undangan Minum Kopi Berakhir Tragis, Pria di Cibeureum Alami Luka Parah

Hukum, Kriminal72 views

KUNINGAN ONLINE – Peristiwa berdarah terjadi di Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (12/5/2026) siang. Seorang pria berinisial AN (25) diduga tega menganiaya rekannya, Jaja Jamanudin (35), menggunakan sebilah golok setelah sebelumnya mengundang korban ke rumahnya dengan alasan mengajak minum kopi bersama.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Korban yang merupakan warga Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, awalnya memenuhi undangan pelaku untuk datang ke rumahnya. Namun suasana yang semula terlihat biasa berubah mencekam sesaat setelah korban memasuki rumah pelaku.

Iklan

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

“Benar, telah terjadi penganiayaan di dalam rumah terlapor. Awalnya korban diundang oleh pelaku untuk minum kopi bersama. Namun sesampainya di lokasi, pelaku justru mengambil sebilah golok dan langsung menyerang korban secara membabi buta ke arah tubuh korban,” ujar AKP Abdul Aziz saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Iklan

Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami luka bacok cukup parah di beberapa bagian tubuh. Berdasarkan laporan medis, korban menderita luka robek di kepala sebelah kiri dan tangan kanan. Kondisi paling serius dialami pada jari kelingking tangan kanan dan jari jempol tangan kiri yang dilaporkan hampir putus akibat sabetan senjata tajam.

Dalam kondisi bersimbah darah, korban berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu segera mengevakuasi korban ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, pelaku AN langsung melarikan diri usai melakukan aksinya.

“Setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri ke arah hutan Desa Cimara. Saat ini anggota kami sudah berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri,” tegas AKP Abdul Aziz.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat pelaku. Keluarga korban juga telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib agar diproses sesuai hukum yang berlaku. (OM)