KUNINGAN ONLINE – Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali menghadirkan terobosan di bidang pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Beasiswa UMKM. Program ini diumumkan secara resmi oleh Rektor UM, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Sabtu (10/1/2026).
Beasiswa UMKM merupakan bentuk keberpihakan kampus terhadap pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui program ini, UM Kuningan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas usahanya.
Rektor Wawang menyampaikan bahwa pendidikan dan UMKM tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling menguatkan agar pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Baca Juga : https://kuninganonline.com/berbisnis-dengan-etika-untuk-keuntungan-dan-keberkahan
“Pelaku UMKM perlu penguatan kapasitas, baik dari sisi manajemen, teknologi, maupun inovasi. Kampus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui program Beasiswa UMKM,” ungkapnya.
Berbeda dengan beasiswa pada umumnya, Beasiswa UMKM UM Kuningan memiliki kekhasan tersendiri. Salah satu syarat utama penerima adalah memiliki sertifikat halal resmi serta memperoleh rekomendasi dari LP3H PWM melalui pendamping P3H yang melakukan pendampingan langsung di lapangan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan UM Kuningan terhadap program pemerintah dalam percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.
“UMKM yang telah bersertifikat halal menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan kepercayaan konsumen. Ini yang kami apresiasi melalui jalur beasiswa,” tambah Rektor Wawang.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Wawang juga menekankan pentingnya peran Pendamping P3H. Menurutnya, pendamping tidak hanya bertugas membantu proses administrasi sertifikasi halal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Pendamping P3H kini diharapkan mampu menjadi penghubung antara UMKM dan dunia akademik, sehingga pelaku usaha dapat mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, dan jaringan yang lebih luas,” tuturnya.
Dengan diluncurkannya Beasiswa UMKM, UM Kuningan berharap pelaku usaha lokal tidak hanya kuat di pasar daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Pendidikan tinggi dinilai sebagai salah satu kunci penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
Pihaknya menegaskan bahwa UM Kuningan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan UMKM berbasis teknologi dan nilai keislaman.
Informasi Pendaftaran
Informasi lengkap terkait Beasiswa UMKM dapat diakses melalui Unit Penerimaan Mahasiswa Baru (UPMB) Universitas Muhammadiyah Kuningan klik di laman pmb.umkuningan.ac.id. (OM)





