Targetkan 10 Kursi, Golkar Kuningan Cabup Terlalu Dini

Informasi, Politik2,471 views

KUNINGAN ONLINE – Dalam memperingati Hut Partai Golkar ke-57, DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan menargetkan 10 kursi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Ya kursi di DPRD harus naik, Saya targetkan itu kursinya naik menjadi 10 kursi. Sebab melihat pemilu 2014 Golkar memperoleh 7 kursi dan pada 2019 kursi Golkar turun menjadi 5 kursi,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kuningan, Asep Setia Mulyana kepada awak media, Sabtu (23/10).

Iklan

“Kalau misalkan kurang dari 10 kursi, saya gagal di dalam memperjuangkan partai golkar dan bahwa saya itu tidak cocok di politik. Meskipun darah saya politik, Ayah dan kakak saya itu orang politik, tapi masing-masing orang mempunyai karakter dan punya kemampuan sendiri,” sambungnya di kantor DPD Golkar, Jln. RE Martadinata Kuningan.

Untuk mewujudkan target 10 kursi, Asep menjelaskan bahwa Partai Golkar akan mempersiapkan di 2024 untuk Pileg mengintruksikan fungsionaris atau kader Golkar terjun ke masyarakat.

Iklan

“Dari proses itu nanti akan kami seleksi siapa-siapa saja yang mempunyai niat sebagi calon tentu mempunyai niatan yang tulus,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, Partai Golkar itu kedepan bukan semata-mata untuk memperkaya diri atau apapun. Tetapi, intuk memenuhi keinginan masyarakat yang adil, sejahtera dan makmur di kabupaten Kuningan.

Jadi, lanjut Asep, Partai Golkar kedepannya itu menginginkan para Calon legislatif itu mempunyai niatan yang tulus untuk mengedepankan kepentingan masyarakat.

Sementara, saat ditanya Calon Bupati dari partai Golkar. Asep menyebutkan untuk saat ini masih rahasia. Sebab, menurutnya itu masih akan dilakukan penggodokan dulu di internal.

Disingung bahwa dirinya diusung oleh kader Golkar, Asep mengaku bahwa untum Calon Bupati itu terlalu dini. Meskipun partai lain sudah menyatakan diri untuk mendorong ketua parpolnya menjadi Cabup.

“Iya untuk Cabup masih terlalu dini, yang pasti Golkar Kuningan akan mengusungkan Calon Bupati, bukan wakil Bupati,” tegasnya.

Kemudian, ditanya apakah Cabup itu kader sendiri. Asep menjelaskan, tentunya kader sendiri. Sebab, kalau misalkan kader yang lain, artinya partai itu disewa.

“Pastinya kader sendiri, kalau misalkan kader yang lain. Artinya partai disewa dong. Iya Cabup itu masih lama, yang pasti Golkar akang mencalonkan sebagai Bupati, bukan Wakil,” pungkasnya. (OM)