Rokhmat Ardiyan Tekankan PT Pertamina Perkuat Stok dan Inovasi Energi Nasional

Politik, Sosial460 views

BANTEN ONLINE – Kapoksi Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mendorong PT Pertamina untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini dinilai krusial di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi di Indonesia.

Menurut Rokhmat, penguatan sektor energi perlu dilakukan melalui pengembangan bahan bakar berbasis energi terbarukan, seperti B50 dan bioetanol. Selain itu, peningkatan kapasitas infrastruktur penyimpanan energi (storage) juga menjadi hal yang mendesak untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman dan berkelanjutan.

Iklan

Hal tersebut disampaikan Rokhmat saat melakukan peninjauan di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Kamis (2/4/2026).

“Kami pertama mendorong agar Pertamina terus menjaga stoknya. Yang kedua melakukan terobosan dengan hilirisasi B50 dan bioetanol. Kemudian melakukan terobosan agar storage kita diperbaiki, diperbesar, sehingga jaringan penyimpanan kita aman,” ujarnya.

Iklan

Ia juga menyoroti adanya lonjakan konsumsi energi masyarakat selama periode Lebaran. Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tercatat meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan hari normal.

Meski demikian, Rokhmat memastikan bahwa kondisi stok energi nasional masih dalam kategori aman. Beberapa jenis BBM bahkan disebut memiliki ketahanan stok di atas ambang batas minimal, seperti Dex yang mencapai lebih dari 30 hari dan Pertalite di atas 20 hari.

“Kemarin alhamdulillah kita melewati Lebaran, kebutuhan BBM dan LPG naik lebih dari 20 persen. Namun stok nasional kita masih aman, Dex di atas 30 hari, Pertalite di atas 20 hari,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina harus memastikan stok energi nasional tidak boleh turun di bawah 20 hari. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis berkelanjutan, termasuk memperbesar kapasitas penyimpanan agar ketahanan energi dapat terjaga dalam jangka panjang.

“Stok kita tidak boleh kurang dari 20 hari. Pemerintah dan Pertamina harus terus menjaga, melakukan terobosan, inisiatif, dan gagasan agar ketahanan energi nasional semakin kuat,” pungkasnya. (OM)