Tak Hanya Politik, KPPG Kuningan Bergerak di Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Politik, Sosial336 views

KUNINGAN ONLINE – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Kuningan mengambil peran aktif dalam upaya memutus mata rantai praktik rentenir dan bank emok yang selama ini membelit masyarakat, khususnya perempuan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggerakkan koperasi sebagai sarana permodalan yang aman dan terjangkau.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua KPPG Kabupaten Kuningan, Saw Tresna Septiani, SH, saat Pertemuan Rutin Bulanan KPPG yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Sabtu (31/1/2026).

Iklan

Kegiatan ini dihadiri sekitar 90 pengurus KPPG dari tingkat kabupaten dan kecamatan, yang berasal dari total 131 pengurus se-Kabupaten Kuningan. Mereka terdiri atas 35 pengurus kabupaten dan 96 pengurus kecamatan yang tersebar di 32 kecamatan. Sementara sebagian lainnya berhalangan hadir karena alasan kesehatan, keluarga, maupun tengah berduka.

Dalam pemaparannya, Saw sapaannya menyampaikan bahwa KPPG Kabupaten Kuningan saat ini fokus menjalankan empat program utama sebagai pijakan gerak organisasi, mencakup penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Iklan

Program pertama adalah konsolidasi organisasi yang digelar rutin setiap bulan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini bertujuan membangun militansi kader serta menegaskan peran strategis KPPG sebagai organisasi sayap Partai Golkar.

“KPPG lahir dari Partai Golkar. Karena itu, seluruh pengurus harus berperan aktif dalam membesarkan partai di wilayah masing-masing, termasuk melalui perekrutan anggota baru secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program kedua, Jumat Berkah, dilaksanakan setiap tiga bulan sekali melalui kegiatan KPPG Bersodaqoh. Bentuk kegiatannya antara lain pembagian makanan, sembako, serta santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan warga yang sedang sakit.

Selanjutnya, KPPG Berkarya yang digelar setiap empat bulan difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari pembuatan hantaran hingga kerajinan tangan berbahan barang bekas, seperti tas, tempat tisu, dan wadah serbaguna dari tutup botol.

Sementara program keempat, KPPG Berdaya, menjadi wujud nyata perlawanan terhadap praktik bank emok melalui pendirian koperasi. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif permodalan yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi anggota dan masyarakat.

“Melalui koperasi, kami ingin membantu masyarakat agar tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi. Ini juga bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi,” tegasnya.

Dengan berbagai program tersebut, KPPG Kabupaten Kuningan menegaskan eksistensinya bukan hanya sebagai organisasi perempuan partai, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput. (OM)