Talkshow Saujana Kartini, Wabup Tuti: Perempuan Kuningan Harus Berdaya dan Punya Kesempatan yang Setara

Sosial154 views

KUNINGAN ONLINE – Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri, tangguh, dan memiliki kesempatan yang setara di berbagai bidang kehidupan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri talkshow “Saujana Kartini: Merawat Harapan, Mengukir Peran Perempuan Kuningan” yang digelar di Saung Kopi Hawwu, Selasa (21/4/2026).

Iklan

Menurut Tuti, perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik sebagai penguat keluarga, tetapi juga menjadi kekuatan besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Perempuan adalah sosok tangguh. Banyak yang menjalani peran ganda, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah. Kita ingin perempuan Kuningan memiliki kekuatan, kemandirian, dan kesempatan yang setara untuk berkembang,” ujar Tuti.

Iklan

Ia mengungkapkan, dari berbagai pengalaman di lapangan, masih banyak perempuan yang harus berjuang sendiri sebagai tulang punggung keluarga, bahkan dalam kondisi kehilangan pasangan hidup. Situasi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius melalui kebijakan yang berpihak.

“Perempuan tidak boleh merasa sendiri. Selama ada kemauan, insyaallah selalu ada jalan. Tugas kita bersama adalah membuka akses, memperkuat dukungan, dan memastikan mereka bisa bangkit,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Hibar Budaya, Kang Tulang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ruang apresiasi bagi perempuan yang selama ini sering memikul beban besar dalam kehidupan sehari-hari.

“Acara ini adalah persembahan dari Yayasan Hibar Budaya untuk perempuan-perempuan hebat. Banyak dari mereka yang mengurus keluarga sekaligus mencari nafkah. Itu luar biasa,” katanya.

Ia juga menilai, kekuatan perempuan sering kali jauh melampaui apa yang terlihat.

“Mungkin kita laki-laki terlihat kuat, tapi sejatinya perempuan jauh lebih kuat dan hebat. Tanpa perempuan, kita tidak akan ada di sini hari ini,” tambahnya.

Talkshow yang mengusung tema “Memandang Luas Realita dan Memutus Ketimpangan Perempuan di Kabupaten Kuningan” ini menjadi ruang dialog terbuka yang membahas berbagai persoalan perempuan di daerah.

Mulai dari beban ganda antara peran domestik dan publik, keterbatasan akses ekonomi, tantangan UMKM perempuan, hingga fenomena perkawinan usia dini yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Ketua IWAPI Kuningan Hj. Nurhayati menyebut banyak perempuan saat ini menjadi penopang ekonomi keluarga, namun masih terkendala akses permodalan.

Sementara Founder Listi Project, Listianti Kahfiana, menyoroti pentingnya literasi usaha dan apresiasi terhadap produk kreatif lokal yang digeluti perempuan pelaku UMKM.

Dari sisi literasi, keynote speaker Vera Verawati menegaskan perempuan harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman agar mampu menjadi agen perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain itu, dibahas pula pentingnya pemahaman terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, psikis, ekonomi, maupun seksual yang masih sering terjadi namun belum sepenuhnya disadari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja II PKK Kabupaten Kuningan Rika Farliani mewakili Ketua TP PKK Bunda Ela, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis, serta komunitas perempuan, mahasiswa, pegiat sosial, dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa perempuan adalah bagian penting dari perubahan dan kemajuan daerah.

Di Kabupaten Kuningan, semangat Kartini terus hidup dalam sosok perempuan yang berjuang setiap hari—di rumah, di tempat kerja, dan di tengah berbagai keterbatasan. (OM)