KUNINGAN ONLINE – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kuningan, Sabtu (31/1/2026). Raker ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penajaman program strategis pendidikan diniyah di Kuningan.
Raker dihadiri Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan, H. Toni Kusumanto, sebagai perwakilan Bupati, unsur Kemenag Kuningan, Kabid Pembinaan SD Disdikbud, Surya, serta pengurus FKDT dari seluruh kecamatan.
Ketua FKDT Kuningan, Dr. Sulaeman, menyampaikan bahwa raker tahun ini membahas berbagai isu krusial, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualitas SDM guru diniyah, kemandirian ekonomi organisasi, hingga pembenahan tata kelola kelembagaan.
“Raker dibagi dalam empat komisi. Salah satu fokus kami adalah pendirian dan penguatan sistem diklat serta penjaminan mutu internal pendidikan diniyah,” ujar Sulaeman di sela kegiatan.
Selain penguatan internal, FKDT Kuningan juga mulai mematangkan persiapan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (PORSADIN) yang akan digelar berjenjang, dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Insyaallah setelah Lebaran dimulai PORSADIN tingkat kecamatan. Target kami Kuningan bisa berprestasi hingga level nasional,” ungkapnya.
Isu lain yang menjadi perhatian serius adalah bantuan operasional pendidikan (BOP) yang tidak diterima pada tahun 2025. Menurut Sulaeman, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi FKDT agar pada 2026 dukungan tersebut bisa kembali diberikan.
“BOP sangat penting untuk keberlangsungan pendidikan diniyah. Kami terus berkoordinasi dan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
FKDT juga kembali menegaskan dorongan rekognisi ijazah diniyah, agar dapat disertakan dalam proses administrasi penerimaan peserta didik baru, khususnya jenjang SMP. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan anak-anak tetap mengikuti pendidikan keagamaan sejak dini.
“Setidaknya ijazah diniyah menjadi penguat agar anak-anak tidak meninggalkan pendidikan agama,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kuningan, Hj. Lusi Apriani, berharap dukungan terhadap pendidikan diniyah dapat diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Pemerintah Daerah.
“Dukungan Pemda sangat dibutuhkan. Kami memahami ada regulasi dan efisiensi anggaran, namun pendidikan diniyah adalah investasi karakter jangka panjang,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Asda Pemerintahan dan Kesra Setda Kuningan, H. Toni Kusumanto, menjelaskan bahwa tidak turunnya BOP pada 2025 berkaitan dengan ketentuan hibah organisasi yang tidak dapat diberikan secara berturut-turut.
“Untuk tahun 2026 insyaallah ada kembali, setelah melalui evaluasi dan penyesuaian,” jelasnya.
Raker FKDT Kuningan 2026 diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang realistis dan berkelanjutan dalam memperkuat peran pendidikan diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda Kuningan. (OM)





