KUNINGAN ONLINE – Pasca membangun kesamaan antara PKB dan Partai Golkar dengan mengusung tagline ‘Perubahan untuk Kuningan’. DPD Partai Golkar melakukan roadshow politik ke kantor DPD PKS, Jumat (10/5/2024) siang.
Roadshow politik DPD partai Golkar hari ini bertujuan membangun kesamaan dengan tiga partai politik bernuansa Islam di Kabupaten Kuningan, yaitu PKB (8 kursi), PKS (7 kursi) dan PPP (4 kursi).
“Sebenarnya kami sudah sejak lama membangun komunikasi dengan PKS. Baik ditingkat pimpinan maupun di lembaga DPRD Kuningan. Jadi ada kesamaan sudut pandang bagaimana menata kembali kabupaten Kuningan jauh lebih baik,” kata Ketua DPD partai Golkar, Asep Setia Mulyana.

Disinggung Golkar melakukan roadshow sehari tiga partai menjelang Pilkada 2024, Asep melihat bahwa saat ini Kuningan sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, maka perlu sekali membangun kebersamaan dalam koalisi.
“Kami ingin membangun kebersamaan dalam koalisi, karena Kuningan ini kan tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Karenanya kami ingin membangun Kuningan dengan kesamaan sudut pandang dalam misi ke partaian,” imbuhnya.
Sebelumnya, Golkar baru saja mendatangi DPC PKB Kuningan dalam rangka penjajakan politik. Dengan PKB, Golkar sama-sama menyebut satu kandidat yang sama, Dian Rahmat Yanuar.
Meski begitu, saat ditanya kapan akan deklarasi calon, Asep menegaskan pihaknya masih menunggu restu dari pusat.
“Nanti lah, tunggu tanggal baik dulu soal deklarasi harus ada rekomendasi dari pusat. Kalau sudah ada titik terang, baru deklarasi dilakukan,” tegasnya.
Sementara, Ketua DPD PKS Kuningan Dwi Basyuni Natsir menyebut bahwa beberapa partai di Kuningan yang punya kesamaan pandangan perubahan untuk Kuningan.
Meski begitu, Dwi menyebut siapa saja sosok yang akan didorong oleh PKS dan disodorkan ke calon koalisi. Namun, dari kader PKS sendiri, yang sudah dikomunikasikan ke pengurus internal wilayah adalah Dr Alfan Syafii, mantan anggota DPRD Kuningan tahun 2004 dan kini menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi PKS Jabar.
“Insya Allah kita mencoba komunikasi dengan semua partai untuk mengusulkan yang terbaik dan berharap kalau jodoh, pasangan terbaik itu untuk kabupaten Kuningan resmi mendaftar ke KPU nanti,” kata Dwi.
Ia mengaku, sampai saat ini soal sosok yang akan maju di Pilkada 2024 masih sangat dinamis. Namun hal yang ia coba pastikan, adalah terbaik untuk kondisi Kuningan yang saat ini masih banyak PR.
“Seperti gagal bayar yang diprediksi membengkak, pengangguran terbuka dan kemiskinan ekstrim,” pungkasnya. (OM)









