Satgas MBG Kuningan Dibentuk, Pastikan Anak Dapat Makanan Sehat dan Aman

Pemerintahan, Sosial1,520 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Rapat Linggajati Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (23/9/2025).

Rakor dipimpin langsung Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., dan Pj. Sekda Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, serta perwakilan lembaga vertikal.

Iklan

Bupati Dian menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang harus dilaksanakan dengan baik, tepat sasaran, dan tanpa kendala berarti.

“MBG lahir dari semangat pemerintah untuk membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Target kita jelas, pelaksanaan di Kuningan harus lancar dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak kita,” tegas Bupati Dian.

Iklan

Ia menyoroti sejumlah hal yang perlu diantisipasi, seperti potensi keracunan, penyajian menu yang asal-asalan, hingga sanitasi dapur yang kurang layak.

Bupati juga meminta camat dan kepala puskesmas aktif melakukan deteksi dini potensi masalah serta menjaga komunikasi dengan penyelenggara MBG.

Wakil Bupati Tuti Andriani menambahkan pentingnya pemerataan pelaksanaan MBG di seluruh wilayah. Ia menekankan kewajiban setiap penyedia sarana penyelenggara pangan gizi (SPPG) mempekerjakan minimal 50 orang dan melayani sedikitnya 3.000 siswa.

“Saya juga mengusulkan agar setiap SPPG memberikan susu cair sekali dalam seminggu, karena ada sekolah yang mengeluhkan belum mendapatkannya,” ungkap Wabup Tuti.

Sementara itu, Pj. Sekda yang sekaligus Ketua Satgas MBG, Dr. Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.

Menurutnya, Satgas ini dibentuk dengan struktur yang komprehensif dan terkoordinasi, mencakup bidang teknis, pengawasan, pelaporan, hingga deteksi dini.

“Dengan format ini, kami ingin memastikan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Kuningan berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan berkesinambungan. Kami tidak ingin ada kasus keracunan atau menu yang tidak bergizi. Anak-anak peserta MBG adalah generasi penerus, tanggung jawab kita bersama,” tegas Wahyu.

Pemkab Kuningan optimistis pelaksanaan MBG akan berjalan lancar dengan dukungan penuh seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, legislatif, dan masyarakat.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi sehingga program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak Kuningan. (OM)