Petakan Desa Wisata, Kadisporapar Optimis Potensi Wisata dapat Dikembangkan di Kuningan

Pemerintahan, Wisata1,496 views

KUNINGAN ONLINE – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, berencana untuk melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang memiliki potensi wisata di wilayah tersebut.

Kepala Disporapar Kuningan, Carlan mengatakan bahwa langkah ini dilakukan guna memaksimalkan potensi desa wisata di Kuningan, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Iklan

Elon Carlan sapaannya menyebut, tidak semua desa di Kuningan memiliki potensi wisata yang sama. Sehingga pemetaan diperlukan untuk mengidentifikasi desa-desa yang memiliki peluang lebih besar dalam sektor pariwisata.

“Tugas utama saya di Dinas Pariwisata adalah melakukan pemetaan. Desa wisata ini kan berkembang mulai dari perintisan hingga menjadi desa wisata mandiri,” sebutnya, Sabtu (19/10/2023), usai menghadiri sosialisasi Perda Pemprov Jabar nomor 2 Tahun 2022 tentang Desa Wisata.

Iklan

“Saat ini, kita perlu mengklasifikasikan desa-desa tersebut berdasarkan tahap perkembangannya, apakah masih dalam tahap tumbuh, berkembang, maju, atau sudah mandiri,” sambungnya.

Menurutnya, pemetaan ini juga akan melibatkan kerjasama dengan pihak legislatif, terutama dengan DPRD Provinsi Jawa Barat. Elon menambahkan bahwa Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, yang salah satu tugasnya adalah menangani sektor pariwisata, akan menjadi mitra penting dalam pengembangan desa wisata di Kuningan.

“Dengan Bunda Ika di Komisi II DPRD Provinsi, ini menjadi kekuatan baru untuk pengembangan sektor pariwisata di Kuningan,” jelas Elon.

Saat ini, Kabupaten Kuningan telah memiliki 25 desa wisata yang diakui, dan pada tahun ini pihak Disporapar menambah lima desa wisata baru.

Ia menargetkan untuk mengidentifikasi lebih banyak desa wisata di masa mendatang.

“Kami menetapkan 5 desa wisata baru tahun ini. Rencananya, tahun depan kami akan memetakan ulang semua desa yang ada. Tujuannya adalah dalam 5 tahun ke depan, Kuningan memiliki 50 desa wisata yang potensial,” tambahnya.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya sinergi antar desa wisata, baik desa induk maupun desa pendukung.

“Sebagai contoh, Desa Cibuntu, yang telah menjadi desa wisata unggulan, akan didukung oleh desa-desa sekitarnya dalam pengembangan produk wisata,” ujarnya.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata di Kuningan secara keseluruhan. Dengan pemetaan yang lebih akurat, Disporapar Kuningan optimis potensi desa wisata di Kabupaten Kuningan dapat dikembangkan secara lebih maksimal dan berkelanjutan. (OM)