Pengurus Baru IPeKB Kuningan Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Penyuluh KB di Tengah Masyarakat

Kesehatan, Sosial84 views

KUNINGAN ONLINE – Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC IPeKB) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (25/5/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPD IPeKB Provinsi Jawa Barat berdasarkan Surat Keputusan DPD IPeKB Jawa Barat Nomor 05/Kep/IPeKB-IND/DPD JBR/V/2026 tentang pengesahan kepengurusan DPC IPeKB Kabupaten Kuningan periode 2026–2030. Setelah prosesi pelantikan, pengurus baru kemudian dikukuhkan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Iklan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, jajaran DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPMD, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, para camat, kepala UPTD Dalduk, kepala puskesmas, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kepengurusan yang baru, Hj. Atin Nurhayatin, S.Ag dipercaya memimpin DPC IPeKB Kabupaten Kuningan sebagai ketua. Ia didampingi Udin Musridin, S.H sebagai wakil ketua, Aan Solihan, S.Sos., M.Pd sebagai sekretaris, serta Iis Aisyah, S.Sos., M.AP sebagai bendahara.

Iklan

Ketua DPC IPeKB Kuningan, Hj. Atin Nurhayatin menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan fokus memperkuat profesionalisme para penyuluh keluarga berencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyuluh KB memiliki posisi penting dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

“IPeKB harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Kami ingin memperkuat kapasitas anggota dan membangun kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD IPeKB Jawa Barat menekankan pentingnya soliditas organisasi di tingkat daerah. Ia berharap DPC IPeKB Kabupaten Kuningan dapat menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan berbagai program kependudukan dan keluarga berencana.

“Penyuluh KB adalah ujung tombak di lapangan. Karena itu organisasi harus solid, adaptif dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, S.Kep., Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes mengatakan pembangunan keluarga menjadi salah satu pondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia menilai keberadaan penyuluh KB sangat strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan lansia.

“Penyuluh KB bukan hanya bicara soal keluarga berencana, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dalam sambutannya meminta seluruh pengurus baru IPeKB dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari stunting, pernikahan usia dini, kemiskinan hingga persoalan ketahanan keluarga. Karena itu, peran penyuluh KB dinilai sangat penting sebagai pendamping sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

“Penyuluh KB harus hadir memberikan edukasi, pendampingan dan solusi bagi masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak dalam membangun keluarga yang berkualitas di Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati.

Ia berharap kepengurusan baru IPeKB Kabupaten Kuningan dapat semakin aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak lainnya demi mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga di Kabupaten Kuningan.

“Semoga kepengurusan baru ini mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (OM)