KUNINGAN ONLINE – Munculnya keluhan pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Kuningan, disebabkan pasokan air tidak seperti biasanya alias kecil. Sehingga membuat pelanggan menggerutu atas pelayanan tersebut.
Direktur Utama PAM Tirta Kuningan Deni Erlanda menanggapi persoalan tersebut, saat ditemui di usai kegiatan di kantornya, Jln RE Martadinata, Kuningan, Selasa (26/10/2021).
Deni mengaku sangat prihatin dan mohon maaf kepada seluruh pelanggan Perumda di Kuningan. Hal itu menyusul dengan pasokan air mengalami menyurutan di masing – masing sumber mata air sendiri.
“Iya, saya minta maaf kepada pelanggan. Karena pasokan air kecil ini akibat terjadi penyurutan volume air di mata air itu sendiri,” ujar Deni seraya menambahkan bahwa jumlah mata air yang potensi digunakan itu ada sebanyak 16 titik.
Oleh karena itu, Deni berharap kepada pelanggan itu bisa menghemat dalam menggunakan air. Apalagi di musim kemarau basah ini, terjadi pengurangan volume air di setiap mata air.
“Adanya pengurangan volume di setiap mata air, kami minta pelanggan itu hemat gunakan air. Kemudian sebagai antisipasi dalam kekurangan pasokan air, pelanggan bisa menyediakan stok air saat pasokan air gede di wadah terlebih dahulu. Sehingga dalam penggunaan air tidak kekurangan dalam membutuhkan air,” ujarnya.
Kondisi pasokan air berkurang, Deni mengaku bahwa ini terjadi pada jam produktif di kalangan masyarakat. Terlebih dalam jam produktif penggunaan air banyak itu pada waktu Subuh hingga sekitar jam 10 siang dan waktu sore hingga jam 08.00 malam.
“Iya solusinya itu tadi, pelanggan harus bisa menyediakan air dalam beberapa wadah sehingga saat kebutuhan menggunakan air bisa terkendali,” imbuhnya.
Menyinggung jumlah pelanggan Perumda, Deni mengatakan hingga saat ini sudah berada di angka 56 ribu.
“Iya untuk jumlah pelanggan di Kuningan ada 56 Ribu pelanggan. Kemudian, dalam setiap tahunnya itu jumlah pelanggan mengalami peningkatan,” katanya.
Melihat jumlah pelanggan hingga banyak begitu, dirinya mengklaim bahwa Perumda di Kuningan ini berada di peringkat ke-empat di tingkat Jawa Barat dan Nasional.
“Untuk tingkat Jabar dan Nasional, kita tiap tahun mendapat reward. Hingga tahun kemarin Perumda Kuningan ada di posisi ke-empat,” ujarnya.
Selain itu, Deni mengungkapkan untuk kontribusi terhadap Pemda Kuningan dari Perumda, selama setiap tahunnya itu mengalami kenaikan sebesar 1 miliar.
“Ya untuk kontribusi, dalam Pendapatan Asli Daereh (PAD) kita tiap tahun berikan 1 miliar. Untuk tahun tahun sekarang itu sudah sebesar Rp 6 miliar dan tidak menutup kemungkinan kami mampu sumbang PAD itu bisa mencapai Rp 10 Miliar,” ungkap Deni seraya menambahkan bahwa potensi PAD itu bisa dilihat dari bisnis antar pemerintah dengan pemerintah daerah tetangga melalui penjualan air baku. (OM)





