Momentum HSN, Gerakan Pemuda Ansor Bersih-bersih Tempat Ibadah

KUNINGAN ONLINE – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kuningan dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2022 dengan melakukan aksi bersih-bersih di 100 Mesjid/ Mushola yang tersebar di tiap-tiap Desa maupun kecamatan.

Sebelumnya, GP Ansor pada peringatan HSN tahun 2021 melakukan aksi melalui bagi-bagi sembako bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Iklan

“Kegiatan bersih-bersih mesjid ini dilakukan sejak Kamis-Minggu (20-23/10/2022) secara serentak,” ucap Sekretaris GP Ansor Kuningan Moh. Muhaemin, kepada Kuninganonline.com, Senin (24/10/2022).

Ia menerangkan, bersih-bersih mesjid tidak hanya dilakukan di Kabupaten Kuningan, namun dilakukan secara serentak se-Jawa Barat dan wilayah priangan timur sebanyak 10.000 tempat ibadah.

Iklan

“Puncak acaranya pada 27 Oktober di Kota Tasikmalaya zona 1, akan dimeriahkan oleh kegiatan dialog budaya dan dialog kebangsaan bersama Ki Ageng Ganjur dan K. Ngatawi Al Zastrouw,” tuturnya.

“Di Kuningan sendiri, kemarin hari minggu. Kita secara bersama-sama melakukan silaturahmi kepada DKM dan bersih-bersih Mesjid Agung Syiarul Islam yang menjadi mesjid ikon masyarakat Kabupaten Kuningan,” tambahnya.

Iklan

Ketua GP Ansor Kuningan Rasdi mengucapkan, peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 dengan tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan, untuk di Kuningan kegiatan bersih-bersih mushola/mesjid yang dilakukan oleh sahabat Ansor-Banser selama 3 hari berturut-turut berjalan lancar.

“Semoga dengan kegiatan ini kita semua semakin mendekatkan diri di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Tidak lupa juga kami mengucapkan terimakasih kepada Djarum Coklat Kuningan yang telah ikut berkolaborasi dan mensupport kegiatan kami bersih-bersih mushola dan mesjid ini,” ucap Aras sapaan ketua GP Ansor Kuningan.

Ia menerangkan, Hari santri adalah hari sukacita santri untuk mengingat bahwa santri mampu berdaya dan santri terus ikut berkiprah dalam perjalanan bangsa selama ini.

“Ketika itu 22 oktober 1945 Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad untuk melawan penjajah, santri menjadi garda terdepan kala itu sehingga puncak peperangan itu terjadi tgl 8,9,10 November yang kita kenal Hari Pahlawan,” terangnya.

Atas menjelaskan, kedepan tantangan bangsa ini tidak mudah, harapannya santri harus terus beradaptasi dengan perubahan-perubahan zaman yang semakin kompleks dan cepat ini.

“Jadi, santri harus tetap menjaga NKRI juga ikut terlibat dalam inovasi-inovasi perubahan tidak hanya diruang keagamaan, namun di semua sektor baik itu pendidikan, ekonomi, sosial, politik maupun budaya,” pungkasnya. (OM)

News Feed