Diskopdagperin Kuningan Gerebek Obyek Wisata dan Gesa To UMKM

Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan melakukan program Gerebek Obyek Wisata dan Desa To UMKM (Gowes To UMKM) ke sentra Tape Ketan di Desa Tarikolot Kecamatan Cibeureum.

Iklan

Kepala Diskopdagperin, U. Kusmana menyebut, Program GOWES To UMKM diikuti oleh 30 Rider dilingkup Diskopdagperin, selain itu juga bersama PT Pegadaian dalam rangka memberikan informasi layanannya.

“Gowes To UMKM merupakan kali ke 7 dan kami didampingi oleh lembaga Keuangan mitra Diskopdagperin yaitu PT. Pegadaian, sekaligus salah satu BUMN yang bermitra dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Kuningan,” sebut Uu sapaannya, Rabu (10/5).

Iklan

UU menerangkan, Gowes To UMKM bertujuan untuk melihat potensi produk unggulan makanan khas Kuningan yang ada di wilayah tersebut.

Kali ini, lanjutnya, ada 6 lokasi Gowes To UMKM. Sbelumnya adalah menuju Desa Cibuntu, Wisata Air panas desa Subang, Telaga Surian, dan Buper Trijaya (dalam rangka Harkopnas ke 75), Desa Cipakem Kecamatan Maleber, dan sentra alat kebersihan Desa Tarikolot Kecamatan Pancalang.

“Kami berharap dengan implementasi salah satu inovasi Diskopdagperin ini dapat membantu memecahkan permasalahan dalam pengembangan usaha UMKM Tape ketan. Para pelaku usaha Tape Ketan sebanyak 19 UMKM kami undang berkumpul di rumah ibu Sukaesih pengusaha tape ketan ‘Binangkit’,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, dalam kunjungan langsung dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai usaha yang sedang dijalankan.

“Selain itu, kami juga mengadakan diskusi dan berbagi pengalaman serta memberikan saran dan masukan yang konstruktif,” ungkapnya.

Pada kunjungan, pihaknya melihat potensi produk unggulan Kabupaten Kuningan yang sangat luar biasa, namun salah satu makanan khas kabupaten Kuningan ini masih terkendala bahan baku yaitu beras ketan yang masih diperoleh sebagian besar dari Indramayu dan Karawang serta daun jambu dari Brebes.

Selanjutnya, Kepala Diskopdagperin juga berharap dapat membantu para pelaku UMKM Tape ketan dalam memperoleh bahan baku yang lebih mudah dan terjangkau, seperti beras ketan yang dihasilkan oleh para petani lokal.

“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani dan juga memperkuat jaringan ekonomi lokal. Solusinya adalah ke depan Diskopdagperin akan segera berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan,” harapnya.

Diskopdagperin melalui konsep kolaborasi Hexahelix-nya senantiasa mengajak semua pihak untuk mendukung dan berpartisipasi dalam memajukan sektor UMKM di Kabupaten Kuningan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal dan mewujudkan visi Kabupaten Kuningan yaitu Kuningan Maju Tahun 2023 (Makmur Agamis dan Pinunjul).