KUNINGAN ONLINE – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan mencatat berbagai capaian strategis sepanjang tahun 2025 dalam upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dan berdaya saing.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.Pd., melalui Kepala Bidang UMKM dan Perindustrian, Alvin Fitranda, ST., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh program yang dijalankan sejalan dengan visi dan arahan Bupati Kuningan dalam mempercepat pertumbuhan UMKM menuju UMKM melesat.
“Sepanjang tahun 2025, kami fokus pada penguatan kapasitas, legalitas, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor. Intinya, Diskopdagperin selalu mendukung program-program Bupati agar UMKM Kuningan benar-benar naik kelas dan berdaya saing,” ujar Alvin, Selasa (30/12/2025).
Berbagai program unggulan berhasil menjangkau ribuan pelaku UMKM. Di antaranya AI Ignition Training hasil kolaborasi dengan Staf Kepresidenan RI yang diikuti 243 UMKM, serta program DBHCHT untuk pelatihan dan praktik pembuatan blanding, cerutu, dan cigarillos yang melibatkan 150 UMKM.
Selain itu, Diskopdagperin juga mendorong penguatan legalitas usaha melalui program Gelegar (Gerakan Legalitas 1.000 Merek Gratis) dengan 58 UMKM peserta, serta penerbitan 19 surat rekomendasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha.
“Penguatan kapasitas SDM UMKM dilakukan melalui berbagai pelatihan, antara lain Program Rasio kolaborasi dengan Kampus UMKM Kuningan dan Universitas Prasetiya Mulya yang menjangkau 178 UMKM dari berbagai sumber pendanaan,” ujarnya.
Pelatihan literasi dan digitalisasi keuangan dengan total peserta lebih dari 400 UMKM, bekerja sama dengan Diskuk Jabar, UP3W, Dinas Pangan, dan mitra lainnya. Pelatihan keamanan digital yang diikuti 200 UMKM dari berbagai skema kerja sama.
“Tidak hanya itu, Diskopdagperin juga memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta. Tercatat 727 mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya terlibat langsung dalam pendampingan 75 UMKM dan dua komunitas, serta kerja sama dengan Universitas Kuningan dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” paparnya.
Selain itu, lanjut Alvin, Diskopdaperin juga melaksanakan pembuatan kajian Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK), memfasilitasi sarana dan prasarana produksi UMKM.
“Kajian RPIK ini diharapkan sebagai langkah awal untuk membuat Peraturan daerah (Perda) RPIK dan mendukung revisi RTRW,” harapnya.
Kemudian, Diskopdaperin juga berkolaborasi dengan dunia industri juga diwujudkan melalui kerja sama dengan XLSMART dalam program “Teman UMKM Naik Kelas” yang diikuti 300 pelaku UMKM.
“Seluruh program ini dirancang untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat, adaptif terhadap digitalisasi, serta memiliki legalitas dan daya saing. Ini menjadi fondasi penting menuju UMKM Kuningan yang mandiri dan melesat,” pungkas Alvin. (OM)





