Cetak Hafidz Al Qur’an, SDIT Al Fattah Lengkong Peringati Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

Informasi, Pendidikan3,471 views

GARAWANGI (KO) – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Fatah, Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Fattah Kabupaten Kuningan berdiri tahun 2017 bertekad ikhtiar, doa dan kekuatan tekad, serta semangat dakwah untuk memajukan anak bangsa.

Melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan Sumpah Pemuda, SDIT Al Fattah mengadakan Maulid Akbar dan Santunan Yatim Dhuafa dengan tema ‘Nabi Muhammad Teladan Pendidikan Peradaban Dunia’, Sabtu (29/10/2022).

Iklan

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua MUI Kabupaten Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah, Anggota DPRD Kuningan, Deki Zaenal Mutaqin, pengusaha muda, Satria yang mengelola Obyek Wisata Ciremai Land dan puluhan ulama, serta asatidz-asatidzah dan Ratusan wali santri serta murid SDIT Al Fattah.

Iklan

Selain tausiyah hikmah Maulid Nabi yang disampaikan KH Cecep Ade Sumantri, pada acara tersebut diisi juga dengan penampilan para santri dan santunan anak yatim.

Iklan

Pimpinan SDIT Al Fattah, Kyai Haji Aang Asy’ari menyampaikan, bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam.

“Karena berada di lingkungan Pesantren kegiatan ini juga bermaksud untuk lebih mendekatkan para santri terhadap kecintaan kepada Baginda Rasulullah,” ujarnya.

Aang juga menyebutkan bahwa di SDIT Al Fattah yang juga merupakan boarding school ini memiliki sekira 150 santri dan siswa.

“Di sini merupakan boarding school untuk tingkatan sekolah dasar yang juga banyak diminati termasuk dari luar daerah,” sebut Kyai Aang.

Kegiatan tersebut juga diakuinya sengaja didekatkan dengan momen hari Sumpah Pemuda karena momen tersebut merupakan simbol dari Persatuan kaum muda yang pada akhirnya bisa melahirkan NKRI.

“Jadi peringatan ini juga merupakan syukuran terhadap nikmatnya berpendidikan bagi masyarakat di masa kemerdekaan ini,” katanya.

Hingga saat ini, Aang menerangkan, SDIT Al Fattah sudah menjadi salah satu tujuan pendidikan masyarakat yang ingin anak mereka lebih belajar tentang ilmu agama.

“Untuk diketahui, di SDIT Al Fattah ini ada dua metode pendidikan yakni full day school dan boarding school,” terangnya.

Untuk yang full day belajar mengajarnya hingga pukul 15.00 sore sedangkan untuk yang boarding school mereka hanya diizinkan pulang setiap 2 bulan sekali.

“Maka kami berpandangan bahwa selayaknya sekolah-sekolah Islam mampu berkompetisi dengan sekolah umum dalam berperan mencerdaskan anak bangsa,” imbuhnya.

Terlihat, pada agenda tersebut perwakilan siswa dan santri unjuk kebolehan dengan hafalan (hafiz) Al Qur’an dan fasih berbahasa Inggris dan Arab.

Seratusan anak yatim disantuni pada agenda tersebut, karena Al Fattah selain sebagai lembaga pendidikan, juga merupakan yayasan yang kental akan kepedulian sosial terhadap sesama. (OM)