KUNINGAN ONLINE — SDIT Al-Fattah Kuningan sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dengan menghadirkan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung di Madinah Building Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Kamis (27/11).
Seminar bertema “Membangun Budaya Sekolah yang Inklusif dan Berkarakter Melalui Kepemimpinan Profesional” ini diikuti ratusan peserta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, lembaga pendidikan, para guru dari unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah, serta peserta umum dari berbagai wilayah di Kuningan.
Acara dimulai dengan penampilan santri/wati SDIT Al-Fattah. Mereka menunjukkan kemampuan hitung cepat perkalian dan penjumlahan menggunakan metode Stenomat, dilanjutkan penampilan storytelling berbahasa Inggris.
Pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah, K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum. Selain Wakil Rektor UM Kuningan, hadir dari organisasi IGTKI-PGRI, HIMPAUDI, IGRA, dan organisasi guru lainnya.
Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional.

“Kita berharap nasib guru ke depan semakin baik dan sejahtera sehingga memiliki kekuatan untuk mendidik dan mencetak generasi bangsa yang cerdas dan unggul,” ujar Kiai Aang.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Nanan Abdul Manan menegaskan bahwa guru adalah pemimpin yang memiliki kepekaan, empati, dan pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
“Hari ini, bunda-bunda yang hadir di sini adalah pemimpin. Anak-anak cenderung dekat dengan bunda-bunda ini. Karena itu, mindset positif kepemimpinan atau qudwah sangat penting,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa qudwah berarti keteladanan yang berangkat dari keyakinan dan rasa percaya diri. Pemimpin yang yakin dan percaya diri cenderung tenang, istiqamah, dan mampu memberi manfaat bagi sekitarnya.
“Dalam dakwah, qudwah adalah metode yang mengutamakan sikap dan perbuatan sebagai cara edukasi paling efektif untuk membentuk karakter anak,” lanjutnya.
Launching Kurikulum Internasional
Seminar juga menjadi momentum peluncuran Kurikulum Internasional SDIT Al-Fattah Kuningan, yang diresmikan langsung oleh Korwil Bidikcam Garawangi, Dr. Dadang Darsono, M.M.Pd. Ia mengapresiasi kemajuan SDIT Al-Fattah yang semakin berkembang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Al-Fattah adalah lembaga pendidikan Islam yang sangat maju dari sisi metode. Anak-anaknya berprestasi dan berakhlak baik. Dengan kurikulum internasional ini, kita semakin yakin akan masa depan gemilang mereka,” kata Dr. Dadang.
Kiai Aang menutup acara dengan doa dan harapan agar hadirnya Kurikulum Internasional dapat mengantarkan para santri Al-Fattah meraih prestasi yang semakin tinggi.
“Ini bukan sekadar cita-cita, tetapi sesuatu yang kita harapkan terwujud dengan dukungan para guru, wali santri, dan pemerintah,” pungkasnya. (OM)





