KUNINGAN ONLINE – Upaya pencegahan bullying di kalangan anak-anak dan remaja, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Duta Anti Bullying, Sabtu (16/3/2024).
Kegiatan tersebut, secara resmi oleh Penjabat Bupati Kuningan, Dr. Drs. H. Raden Iip Hidajat, M.Pd. di Ball Room Hotel Grage Sangkan Hotel & SPA, pelatihan ini melibatkan unsur influencer dan pelajar jenjang pendidikan SMA se-derajat se Kabupaten Kuningan.
Pelatihan berlangsung sehari full, dengan melibatkan 4 narasumber yang membawa materi diantaranya; Pengertian dan Jenis Bullying serta tips dan trik pencegahan, Pencegahan Bullying, Dampak Bullying dan hukum serta kebijakan terkait Bullying.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan, Dr. Carlan mengatakan bahwa bullying saat ini menjadi trend yang negatif dikalangan anak-anak hingga remaja terutama pemuda.
“Dengan gagasannya Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, kami mencoba merumuskan kegiatan yang melahirkan duta-duta yang akan mampu mengkampanyekan pencegahan bullying,” kata Elon sapaannya.
Menurutnya, Pelatihan Duta Bullying ini bertujuan untuk bagaimana kita memahami, megedukasi dan sampai melakukan mengadvokasi terhadap pencegahan bullying.
“Ada 120 orang dari kalangan pelajar dan influenser yang yang terpilih dari 300 orang lebih yang mendaftar, sebelumnya sudah melalui tahapan seleksi terlebih dahulu dengan 3 aspek yang diujikan yang pertama adalah aspek kecerdasan akademis, kedua kepribadian/integritas, dan yang ketiga mampu membuat konten digital/media sosial,” tuturnya.
Elon berharap para duta anti bullying ini nantinya akan dapat menjadi contoh dan panutan generasi muda, sehingga kasus bullying di Kabupaten Kuningan akan menghilang
Selanjutnya dalam arahan Pj Bupati Raden Iip Hidajat berpesan bahwa melaui kegiatan ini semua dapat belajar untuk menghormati perbedaan manusia, baik perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.
“Mari kita berbicara dengan cara yang sopan dan baik, serta memperlakukan orang lain dengan cara seperti apa yang ingin kita diperlakukan oleh orang lain,” pinta Iip.
Masih dikatakan Iip, bahwa generasi unggul yang kita harapkan bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga moralitas yang tinggi, rasa tanggung jawab dan semangat kebangsaan.
Terakhir, Iip berharap kasus bullying di Kabupaten Kuningan, apalagi yang merenggut nyawa tidak lagi terjadi. Untuk itu dirinya berpesan agar menjadikan pelatihan ini menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter dan kemampuan pemuda.
“Saya mengajak kepada kita semua, termasuk para peserta yang terlibat, baik itu Pembina, fasilitator dan anak-anak remaja untuk mendukung gerakan anti bullying yang pada tujuannya, harapan kita bersama Kuningan menjadi Kabupaten zero bullying,” ujar Iip.
Setelah itu dilakukan secara simbolis pemakaian jaket rompi kepada peserta oleh Pj Bupati sebagai tanda duta anti bullying. (OM)









