KUNINGAN ONLINE – Upaya memperkuat wawasan kebangsaan terus dilakukan Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan. Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Kuningan, Senin (9/2/2026), dan diikuti berbagai elemen masyarakat serta kalangan mahasiswa. Suasana berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam pemaparannya, Rokhmat menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan utama dalam menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan program pembangunan nasional Prabowo Subianto, khususnya dalam kerangka Asta Cita.
“Empat pilar kebangsaan tidak hanya menjadi pedoman berbangsa, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendukung arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya.
Politisi dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X yang meliputi Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran itu menilai tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab berbagai isu strategis, mulai dari penguatan ideologi hingga persoalan lingkungan hidup dan energi.
Sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, Rokhmat menyebut keterlibatan generasi muda sangat diperlukan dalam menghadapi isu perubahan iklim dan transisi energi nasional.
“Pemuda memiliki peran penting sebagai motor perubahan. Kesadaran menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan energi harus terus diperkuat demi keberlanjutan pembangunan nasional,” katanya.
Sementara itu, Andri, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai mampu menambah wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Ia menilai materi yang disampaikan tidak hanya menekankan nilai ideologi kebangsaan, tetapi juga mengaitkannya dengan isu-isu aktual yang tengah dihadapi Indonesia.
“Kegiatan ini membuka pemahaman kami bahwa menjaga nilai kebangsaan juga berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan dan ketahanan energi,” ungkapnya.
Andri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar generasi muda semakin memahami tanggung jawabnya dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta terlihat aktif menyampaikan berbagai pandangan serta pertanyaan terkait isu kebangsaan, lingkungan hidup, hingga kebijakan energi nasional. (OM)





