Bidang Paud dan Dikmas Disdikbud Kuningan Sambut Antusias Perluasan PIP, Siap Kawal Penyaluran Tepat Sasaran

Pendidikan, Sosial121 views

KUNINGAN ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menyambut positif perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) yang kini menyasar peserta didik Taman Kanak-kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (Kober), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Taman Penitipan Anak (TPA).

Program tersebut dinilai menjadi angin segar bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini.

Iklan

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, melalui Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang PAUD dan Dikmas, Eris Rismayana, mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu surat resmi, petunjuk teknis (juknis), serta penetapan kuota penerima dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Hingga saat ini surat resmi dari kementerian ke daerah memang belum kami terima. Nantinya kementerian akan menyampaikan surat, petunjuk teknis, dan kuota penerima kepada daerah sebagai dasar pelaksanaan program,” ujarnya.

Iklan

Menurut Eris, setelah dokumen tersebut diterima, Disdikbud akan segera melakukan koordinasi dengan organisasi mitra penyelenggara TK/PAUD untuk membahas mekanisme penyaluran. Kuota yang diberikan pemerintah pusat akan disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan kondisi masing-masing lembaga sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, PIP merupakan bentuk bantuan sosial di bidang pendidikan yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Bidang PAUD dan Dikmas sangat antusias menyambut program ini karena akan sangat membantu para orang tua, khususnya keluarga kurang mampu. Kami berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak,” katanya.

Kabupaten Kuningan sendiri memiliki sekitar 975 lembaga yang terdiri TK, PAUD, Kober, SPS dan TPA yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan jumlah tersebut, kehadiran PIP diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi anak dalam mengikuti pendidikan prasekolah.

“Harapan kami, program ini mampu mendorong semakin banyak anak mengikuti pendidikan satu tahun prasekolah sebelum masuk Sekolah Dasar. Bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya maupun akses layanan pendidikan, kini diharapkan tidak lagi memiliki hambatan untuk menyekolahkan anaknya,” jelasnya.

Eris menambahkan, pihaknya berharap peserta didik yang menerima PIP di jenjang TK, PAUD, Kober, SPS dan TPA tetap dapat memperoleh keberlanjutan bantuan ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya, sepanjang masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Namun demikian, seluruh proses pelaksanaan akan tetap mengacu pada petunjuk teknis dari Kemendikdasmen.

“Kami akan memastikan seluruh pelaksanaan mengikuti juknis yang berlaku. Informasi tersebut akan kami sampaikan kepada organisasi mitra dan seluruh kepala lembaga TK, PAUD, Kober, SPS dan TPA agar memahami mekanisme serta kriteria penerima, sehingga tidak terjadi salah persepsi maupun salah sasaran,” tegasnya.

Disdikbud Kabupaten Kuningan juga berkomitmen mengawal penyaluran PIP agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Untuk itu, pihaknya akan menyusun mekanisme pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan membuat mekanisme yang sesuai regulasi agar potensi kesalahan dalam penyaluran dapat diminimalkan. Apalagi Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Kejaksaan Agung melalui program Jaksa Garda (Jaga) dalam mengawal pelaksanaan Program Indonesia Pintar. Kami siap mendukung agar bantuan ini benar-benar diterima oleh peserta didik yang berhak,” pungkas Eris. (OM)