KUNINGAN ONLINE – Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Kuningan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan persoalan sampah dan pelestarian lingkungan melalui semangat Program Kampung Iklim (ProKlim).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua KNPI Kabupaten Kuningan Bidang Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, dan Pariwisata, Sehan Rifky, usai menghadiri Sosialisasi ProKlim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI di Minara House, Kabupaten Kuningan, Minggu (5/7/2026).
Sehan hadir bersama Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Ayep Setiawan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., serta menghadirkan narasumber dari KLH/BPLH RI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, dan akademisi Universitas Kuningan.
Menurut Sehan, sosialisasi ProKlim menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sekaligus aksi nyata dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Kuningan. Salah satu isu yang dinilai membutuhkan perhatian serius adalah pengelolaan sampah.
“Persoalan sampah bukan hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, sumber daya air, serta keberlanjutan pariwisata Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Ayep Setiawan, menyampaikan refleksi mengenai persoalan sampah yang tidak hanya menyangkut aspek lingkungan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi.
Ia menggambarkan adanya dua harapan yang seolah bertolak belakang. Di satu sisi, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun di sisi lain, masih banyak pemulung yang menggantungkan penghasilannya dari sampah yang dihasilkan masyarakat.
Menurut Sehan, refleksi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan secara menyeluruh melalui penerapan ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga penguatan peran para pemulung dan pelaku pengelolaan sampah agar memperoleh manfaat yang lebih layak.
“Karena itu, penyelesaian sampah harus dilakukan secara menyeluruh. Masyarakat perlu dibiasakan mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah, sementara para pemulung dan pelaku pengelolaan sampah perlu didukung agar memiliki peran yang lebih layak dalam sistem pengelolaan sampah,” katanya.
KNPI Kabupaten Kuningan juga menyatakan kesiapan membangun kolaborasi dengan Komisi XII DPR RI, KLH/BPLH RI, Pemerintah Kabupaten Kuningan, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat. Secara khusus, KNPI berharap dapat memperkuat sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan dalam berbagai program edukasi lingkungan, pemilahan sampah, aksi bersih lingkungan, penguatan bank sampah, serta kampanye wisata bersih.
Menurut Sehan, kalangan pemuda ingin mengambil peran yang lebih nyata dalam upaya pelestarian lingkungan, bukan sekadar hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.
“KNPI siap menjadi mitra kolaboratif bagi DLH Kabupaten Kuningan dan seluruh pihak terkait. Kami ingin pemuda menjadi bagian dari solusi, menjadi pelopor perubahan perilaku, serta berada di garda terdepan dalam menjaga lingkungan Kuningan,” tegasnya.
Melalui semangat ProKlim, KNPI Kabupaten Kuningan berkomitmen menggerakkan generasi muda untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung terwujudnya Kabupaten Kuningan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
“Pemuda Kuningan siap bergerak, berkolaborasi, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Kuningan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” pungkas Sehan. (OM)





