KUNINGAN ONLINE – Adanya desakan dari elemen masyarakat atas kinerja Direktur Perumda Aneka Usaha (Perumda AU) di Kabupaten Kuningan ditanggapi langsung oleh Direktur Perumda AU, Nana Sutisna.
“Saya tegaskan bahwa tidak akan mundur dari jabatan yang sedang diemban saat ini. Karena saya baru menjabat 1 tahun di Perumda AU,” ujar Nana, Senin (27/9) di Agra Food Station.
Nana menyebutkan, bahwa dirinya tidak mau dicap orang yang tidak bertanggung jawab, jika mengundurkan diri saat Perumda dalam kondisi yang tengah bermasalah.
“Sebelumnya saya minta maaf juga karena tidak bisa menemui elemen masyarakat yang datang kekantor. Karena memang ada hal urgent yang diurus dan kebetulan ada beberapa hal yang harus diselesaikan dengan mitra,” sebutnya.
Nana menceritakan perjalanan Perumda AU yang sudah berdiri selama kurang lebih 10 tahun. Dirinya merupakan Direktur ke-empat yang dilantik pasa 7 Agustus 2020 lalu. Setelah tiga Direktur sebelumnya itu mundur dari jabatan.
“Melihat pemberitaan selama 2 bulan sangat hiruk pikuk dan menganggu kenyamanan masyarakat Kuningan. Tapi, melihat perkembangan berita yang sekarang, lebih banyak mendiskreditkan saya. Makanya kemarin saya coba memberikan hak jawab,” ujarnya.
Nana menjelaskan bahwa selama 10 tahun berdiri, Perumda AU sampai 2016 lalu mendapat setoran modal Rp 9,5 miliar dalam 3 kepemimpinan. Sesuai ketentuan, harusnya masih ada jatah penyertaan modal yang cukup besar.
Namun, hal itu sengaja tidak dipintanya. Mengingat neraca keuangan terakhir Perumda ada di angka Rp5,6 milyar. Artinya, pada awal menjabat neraca keuangan Perumda sudah menyusut 4,1 miliar.
“Karenanya, selama setahun pertama ini saya tidak menjanjikan keuntungan. Namun, ada PR dari tumpukan masalah yang sudah ada, dan sedang sedang dibenahi satu persatu,” tegasnya.
Terutama soal internal, menejeman, agar nanti ketika penyertaan modal, tidak terus menerus terjadi kehabisan anggaran.
“Selama setahun saya melakukan apa? Saya menyelesaikan berbagai masalah yang ada di internal Perumda AU,” ujarnya.
Selain menegaskan soal setahun ini yang berbenah di internal, Nana juga membeberkan tentang perijinan yang ternyata selama 10 tahun terakhir ini banyak usaha Perumda yang belum berijin.
“Usaha-usaha yang ada di bawah TNGC misalnya, ternyata baru dibereskan IUPSWA (Ijin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam) nya di zamannya ini,” bebernya.
Kemudian, Nana menuturkan bahwa BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang sebelumnya belum terbayar, kini tengah diusahakan dibereskannya. Belum lagi soal audit neraca keuangan yang kini tidak lagi disematkan status disclaimer, sekarang sudah WTP.
“Jika kita mau main besar, mengundang investor, ya harus dibenahi dulu legalnya. (Biar aman dan nyaman untuk investasi),” tutur Nana.
Meski saat ini, keuangan Perumda AU yang dihantam bertubi-tubi ‘ujian’ termasuk ditutupnya pariwisata yang jadi andalannya, nyatanya kata Nana, Perumda AU masih bisa expand.
Pada Februari lalu misalnya, Nana menjelaskan bahwa sudah dilakukan peletakan batu pertama pabrik pupuk (PT Bioganik Jaya Makmur).
“Sayangnya, pembangunan ditunda terlebih dahulu karena harga baja di masa ppkm itu ternyata melenit berkali lipat. Harusnya, dikata kerugian kalau menggunakan APBD,” ujarnya menegaskan, sampai saat ini tidak ada tambahan modal dari APBD.
Selama setahun ini, Nana juga menjelasakan kinerjanya yang tengah melebarkan sayap usaha lain, sebagai diversifikasi usaha. Selain pupuk, yang tengah dibangun adalah Integrated Coffe, Kopi Kita Cirendang. Isinya bukan hanya kedai, tapi memuat hasil kopi petani, UMKM, dan tengah dicanangkan pabrik kopi.
Nana panjang lebar menjelaskan kinerjanya dalam waktu setahun ini, ia juga menjelaskan tentang keluarganya yang disentil sebelumnya dan dituding nepotisme.
“Anak saya tidak diangkat sebagai karyawan. Hanya masuk tim percepatan pembangunan strategis dan itupun, progres kinerjanya pesat seperti mengkaryakan merchent agregator dengan kerjasama Link Aja,” jelas Nana.
Karena tidak bekerja sebagai karyawan, anaknya tidak digaji. Hanya insentif sebagai ongkos saja.
Kemudian, Nana juga menjelaskan kondisi kesehatannya yang sebelumnya pernah memburuk memang. Dua bulanan terakhir pada Mei Juni, dirinya memang kena covid serta ada gejala lain. Tapi saat ini, kala memberikan keterangan, Nana sudah terlihat lebih segar dan sehat.




