2024 DAK Bidang SD Disdikbud Alami Kenaikan Sekitar Rp 60 Miliyar

KUNINGAN ONLINE – Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan pada tahun 2024 mengalami kenaikan sekitar Rp. 60 miliyar dari sebelumnya 2023 Rp. 28 miliyar.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang SD, Rizal Arif Gunawan melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Saran Prasarana SD, Aji Hardiman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/2/2024).

Iklan

Ia menerangkan, peningkatan untuk Kabupaten Kuningan khususnya di Bidang SD signifikan. Karena, DAK melalui seleksi dan kuncinya dari Dapodik.

“Sekolah itu menyajikan data di Dapodik, nanti yang menilai itu pusat terlepas sekolah mana aja yang mendapatkan dengan kategori rusak, minimal rusak sedang. Tahun 2023 DAK SD Kuningan itu sekitar Rp. 28 miliyar, sekarang 2024 naik jadi Rp. 60 miliyar,” terangnya.

Iklan

“Alhamdulillah naiknya dua kali lipat hampir 60 miliar untuk 45 sekolah dengan berbagai kebutuhan dan kebutuhan setiap sekolah akan tidak semua sama, ibarat satu sekolah ini mendapat bantuannya. Ada rehab ruang kelas, WC, rehab perpustakaan dan pembangunan ruang guru. Jadi beda-beda berdasarkan data di Dapodik,” sambungnya.

[28/2 09.59] Ilyani Bem: Pada umumnya itu udah bener gitu ada kabupaten lain ya Di wilayah mana itu tahun sekarang tidak mendapatkan dak karena satu dia mengusulkannya sedikit keur mah saeutik nu diusulkeuna data dapodikna saralah jadi betul-betul kita kan berbicara di Kabupaten ya jadi ieumah ku Abdi bae dirankingnya perolehan terbesar di tahun 2024 Kuningan kan tadinya dari 28 cuman kemarin SMP mah ada penurunan dari 36 turun menjadi 28 karena Emang sekolah yang rusak tinggal sedikit kalau untuk SD mah sekolah yang masih rusak itu masih banyak nah kang Abdi Oge kan tos nyusun jadi tos nyusun kebutuhan-kebutuhan sekolahku Abdi tos di rekap tah Abdi kan tos ngintun ieu kang ieu teh kebutuhan sekolah tiap-tiap naon naminateh tiap sekolah itu tos direkap tos direkap sadaya kang jadi sadaya ieumah data tiap sekolah.

Selain itu, Ia mengatakan, pada tahun ini difokuskan untuk fisik. Karena, DAK program tuntas. Meski, pengadaan barangnya ada, semisal pengadaan TIK itupun tuntas.

“Sekarang saya menekankan kepada sekolah supaya menyajikan data di Dapodiknya itu harus betul-betul sesuai dengan kondisi sekolahnya. Baik itu rusak beras, rusak sedang,” pungkasnya. (OM)