1.197 Mahasiswa Uniku Dilepas untuk KKN 2025, Fokus pada UMKM dan Pengelolaan Sampah

Pendidikan, Sosial1,622 views

KUNINGAN ONLINE – Sebanyak 1.197 mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Kegiatan pelepasan berlangsung khidmat dan meriah di kampus Uniku, dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Wakil Bupati, Tuti Andriani, S.H., M.Kn.

Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK), Drs. H. Uri Syam, S.H., M.H., Rektor Uniku Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., serta Kepala LPPM Dr. Toto Supartono, M.Si.

Iklan

Ketua Panitia KKN 2025, Drs. Yayan Suryana, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta KKN berasal dari lima fakultas di Uniku ditambah tujuh mahasiswa dari Poltekkes KMC Kuningan. Para peserta akan disebar ke 60 desa yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kuningan, Cirebon, Majalengka, Ciamis, dan Brebes.

“KKN tahun ini dibagi menjadi dua jenis program: program utama yang fokus pada pengelolaan sampah dan pengembangan UMKM, serta program pilihan seperti literasi TIK, pendidikan, hukum, kebencanaan, dan kesehatan,” jelas Yayan.

Iklan

Rektor Uniku, Prof. Dikdik Harjadi, menegaskan bahwa KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan.

“Jaga nama baik almamater, tunjukkan integritas, dan jadilah bagian dari solusi di masyarakat,” pesannya.

Ketua YPSAK, Uri Syam, mengingatkan pentingnya adaptasi dan komunikasi dalam menjalankan tugas KKN. “Sekecil apapun kontribusi kalian, itu bagian dari pembangunan. Hadirlah dengan semangat menyelesaikan, bukan menambah masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memberikan apresiasi sekaligus pesan mendalam. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus mampu memberi dampak nyata.

“Buatlah program yang realistis dan membumi. KKN adalah kawah candradimuka—tempat belajar, tumbuh, dan mengabdi. Saya optimistis mahasiswa Uniku bisa menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya. (OM)