KUNINGAN ONLINE – Warkop Madam Kuningan resmi beroperasi. Grand opening warkop yang berlokasi di Kabupaten Kuningan ini ditandai dengan prosesi potong tumpeng dan doa bersama sebagai harapan agar usaha tersebut terus berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Owner Warkop Madam, Lena Herlina, menyampaikan bahwa kehadiran Warkop Madam tidak hanya sekadar tempat nongkrong dan ngopi, tetapi juga dirancang sebagai wadah kreatif, khususnya bagi anak muda yang memiliki minat di bidang esport dan diskusi edukatif.
“Semua usaha tentu ingin maju. Awalnya, Warkop Madam ini kami siapkan sebagai ruang bagi anak-anak yang suka bermain esport. Kami menyediakan space khusus untuk mereka yang hobi olahraga game online,” ujar Lena, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, Warkop Madam mengusung konsep harga yang terjangkau agar dapat dinikmati oleh semua kalangan, terutama pelajar dan mahasiswa. Dengan suasana santai, pengunjung dapat menyesuaikan pilihan menu dengan budget yang dimiliki.
“Konsepnya santai dan terjangkau. Kami ingin semua kalangan bisa menikmati,” katanya.
Dalam waktu dekat, Warkop Madam juga akan menggelar berbagai kegiatan komunitas. Salah satunya adalah turnamen esport yang direncanakan berlangsung pada 25 Januari mendatang. Selain itu, warkop ini juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti provider internet yang memadai untuk menunjang aktivitas digital anak muda.
Tak hanya esport, Warkop Madam juga membuka ruang diskusi dan pengembangan diri bagi generasi muda. Berbagai kegiatan seperti ngopi bareng (Ngobrol Pibenereun), bedah buku, hingga diskusi tematik dengan narasumber kompeten akan rutin digelar.
“Anak-anak Gen Z bisa berkumpul, berdiskusi, belajar bedah buku, dan membangun kualitas diri. Kami ingin menjadi wadah bagi mereka yang ingin bersatu dengan orang-orang yang satu frekuensi,” jelas Lena.
Menurutnya, kehadiran Warkop Madam juga merupakan respon atas permintaan mahasiswa dari sejumlah kampus di Kuningan yang membutuhkan ruang diskusi yang nyaman dan fokus.
“Paradigma pertemuan di masyarakat kan sering berbeda-beda topik. Di sini kami coba hadirkan wadah yang lebih fokus, dengan diskusi terarah dan narasumber yang sesuai bidangnya,” ungkapnya.
Ke depan, kegiatan diskusi direncanakan dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan hingga seminggu sekali, seiring dengan meningkatnya minat dan jadwal yang mulai terisi.
Dengan konsep tersebut, Warkop Madam diharapkan tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga pusat aktivitas positif yang mendorong kemandirian, kreativitas, serta penguatan ekonomi dan intelektual generasi muda di Kabupaten Kuningan. (OM)





