KUNINGAN ONLINE – Pengangguran di Kabupaten Kuningan pada tahun 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di angka 11,68 %, sementara pada 2022 pengangguran di Kuningan turun menjadi 9,9 %.
“Alhamdulillah pengangguran di Kuningan turun. Berdasarkan BPS pengangguran dari angka 11,68% di tahun 2021, sementara di tahun 2022 turun menjadi 9,9%. Jadi kita turun sekitar 2%,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan, Carlan, Rabu (17/1).
Ia menerangkan, di tahun 2023 dengan akan dimulainya PT. Fashion Stitch Joshua (Garmen,red) dengan program pemagangan yang dibutuhkan jumlahnya 6.000 karyawan.
“Ini udah mulai, juga akan menunjukkan pengurangan yang signifikan. Selain itu tetap kami di Disnakertrans mencari peluang-peluang penyerapan lain baik yang ada di dalam kabupaten maupun di luar Kabupaten dengan tugas kita bagaimana menjadi penghubung penyedia kerja,” terang Elon sapaannya
Selain itu, Elon mengatakan, Disnakertrans juga bakal mengoptimalkan pelatihan-pelatihan untuk menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja sehingga penyerapannya dengan perusahaan misalnya Garmen, dengan menjahit, kelistrikan, pangkas rambut.
Sementara di akhir tahun 2022, Disnakertrans Kuningan menerima kunjungan kerja dari PT Shoetown Group Indonesia/Nike dalam rangka persiapan kerjasama pelatihan berbasis vokasi dan rekrutmen tenaga kerja.
“Insya Allah, di bulan Februari Kabupaten Kuningan akan mendapatkan 24 mesin untuk menjahit sepatu dari PT Shoetown Group Indonesia/Nike. Mudah-mudahan dapat mengurangi jumlah penganggur di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya. (OM)








