KUNINGAN ONLINE — Momentum Hari Guru Nasional ke-80 dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK) untuk menegaskan kembali pentingnya peran guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Rektor UMKU, Dr. Apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan Guru Berkemajuan sebagai pilar utama pendidikan masa depan.
Dalam refleksi resminya, Rektor menjelaskan bahwa konsep Pendidikan Berkemajuan yang digagas pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, harus menjadi landasan moral, intelektual, dan sosial bagi para pendidik. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi menjadi arsitek peradaban yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal.
Tiga Pilar Guru Berkemajuan
Rektor UMK merinci tiga dimensi penting yang harus diwujudkan oleh Guru Berkemajuan.
- Dimensi Spiritual dan Moral
Guru dituntut untuk menjadi teladan yang berpegang pada integritas dan keikhlasan. Pemahaman akan Islam Berkemajuan harus menjadi dorongan untuk memajukan ilmu pengetahuan, menegakkan etika, serta menebar manfaat bagi kemanusiaan. Pendidikan, tegas Rektor, tidak boleh berhenti pada doktrin, tetapi harus melahirkan kepedulian sosial.
- Dimensi Intelektual dan Profesional
Guru masa kini harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Literasi teknologi, termasuk kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Selain itu, guru harus menerapkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk mengembangkan kemampuan kritis dan solutif peserta didik.
“Pembelajaran harus mampu membawa teori ke dalam praktik nyata. Dari pengalaman itulah kemajuan dibangun,” ujar Rektor.
- Dimensi Sosial dan Kemanusiaan
Menurut Rektor, Guru Berkemajuan adalah pendidik yang peduli, terkoneksi, dan mampu memecahkan persoalan kehidupan. Pendidikan harus menjadi ruang untuk menumbuhkan potensi peserta didik secara utuh—spiritual, afektif, kognitif, hingga psikomotorik.
Transformasi Peran Guru Abad ke-21
Rektor UMK menegaskan bahwa peran guru harus bertransformasi dari model tradisional menuju pendekatan yang lebih progresif. Guru tidak lagi sekadar penyampai informasi, tetapi fasilitator yang mendorong inovasi dan kemandirian belajar.
Perubahan peran tersebut meliputi Dari fokus pada doktrin menjadi kontekstualisasi dan rekonstruksi ilmu. Dari berfokus pada kurikulum menjadi berfokus pada solusi sosial dan pertumbuhan individu. Dari pengajar pasif menjadi katalisator perubahan.
“Guru Berkemajuan memandang pendidikan sebagai usaha universal yang terbuka, toleran, dan relevan dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang fungsional,” tuturnya.
Komitmen UM Kuningan
Rektor menegaskan bahwa UM Kuningan akan terus berkomitmen melahirkan dan mengembangkan guru-guru berkualitas yang berjiwa berkemajuan. Para pendidik itu diharapkan menjadi motor penggerak peradaban dan mencetak SDM unggul yang berakhlak, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mengakhiri refleksinya, Rektor menyampaikan doa agar para guru di seluruh Indonesia selalu diberikan kekuatan dan keberkahan. “Guru Berkemajuan adalah kunci masa depan bangsa. Mereka adalah fondasi dari kemajuan ilmu dan kemajuan peradaban,” ujarnya.





