KUNINGAN ONLINE – Kabupaten Kuningan yang masuk lima kabupaten di Jawa Barat dalam target pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan Ekstrem mendapat tanggapan langsung dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.
Usai meresmikan Gedung Graha Ahmad Bagdja di Desa Pajawan Kidul Kecamatan Lebakwangi, Mendes PDTT yang didampingi Anggota DPR RI Yanuar Prihatin, dan Wakil Ketua DPRD Ujang Kosasih menyampaikan, bahwa kemiskinan itu ada di desa.
“Kalau kita mau menangani secara serius, maka iya harus dari level desa terlebih dahulu. Kalau level desa datanya harus mikro sehingga disitu jelas siapa orangnya, dimana kondisinya, kemiskinannya apa. Maka treatment yang dibutuhkan untuk percepatan penuntasannya dimana,” ujar Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar.
Dia menjelaskan dalam mengentaskan kemiskinan ada dua strategi penting didalam pengentasan kemiskinan Ekstrem. Yang pertama, pengurangan belanja.
“Jadi, penurunan kewajiban belanja. Ini satu-satunya cara dengan program-program pemerintah, misalnya dengan subsidi listrik, BPJS, kemudian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Itu semua harus bisa untuk semua warga miskin ekstrem yang berhak harus mendapatkan itu,” jelas Mendes.
“Dengan demikian mereka tidak harus mengeluarkan uang lagi untuk berobat, menyekolahkan anak, tidak perlu lagi untuk menjadi anggota BPJS karena semua sudah ditanggung oleh pemerintah,” sambungnya.
Selain itu, kata Abdul Halim, untuk bayar listrik pun dapat subsidi, nah berarti kan pengeluarannya menurun ini merupakan strategi yang pertama. Jadi menurunkan pengeluaran.









